ICC Menangkap Tersangka Kejahatan Perang Republik Afrika Tengah

Penangkapan dilakukan dengan latar belakang keadaan darurat di Republik Afrika Tengah, dengan pertempuran antara tentara negara itu, yang didukung oleh pasukan PBB, Rusia dan Rwanda, dan pemberontak yang berusaha membatalkan pemungutan suara 27 Desember.


Foto: Reuters via Yaho Finance


HAGUE, IPHEDIA.com - Pengadilan Kriminal Internasional telah menahan mantan komandan Republik Afrika Tengah dari faksi "Seleka" yang dicurigai melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dalam sebuah pernyataan pengadilan mengatakan Mahamat Said Abdel Kain telah menyerahkan diri ke pengadilan pada Minggu waktu setempat dan telah ditangkap berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan pada tanggal 7 Januari 2019, terkait dengan dugaan kejahatan dari tahun 2013. Tanggal kemunculan pertamanya di Den Haag adalah belum ditentukan.

Penangkapan dilakukan dengan latar belakang keadaan darurat di Republik Afrika Tengah, dengan pertempuran antara tentara negara itu, yang didukung oleh pasukan PBB, Rusia dan Rwanda, dan pemberontak yang berusaha membatalkan pemungutan suara 27 Desember, di mana Presiden Faustin-Archange Touadera dinyatakan sebagai pemenang.

Seorang hakim pengadilan mengatakan ada alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa Said (50), bertanggung jawab atas kejahatan termasuk penyiksaan, penganiayaan, penghilangan paksa dan tindakan tidak manusiawi lainnya.

Republik Afrika Tengah telah terperosok dalam kekerasan sejak koalisi sebagian besar pemberontak utara dan mayoritas Muslim yang dikenal sebagai Seleka, atau "aliansi" dalam bahasa Sango, merebut kekuasaan pada Maret 2013. Kekuasaan brutal mereka memunculkan "anti-balaka Milisi Kristen, beberapa mantan pemimpinnya juga menghadapi dakwaan di ICC.

"Saya menyambut baik pemindahan tersangka hari ini, Tuan Mahamat Saïd Abdel Kani untuk diadili atas kejahatan yang dituduhkannya seperti yang dituduhkan kepada ICC," kata jaksa penuntut Fatou Bensouda dalam pernyataan, melansir Reuters, Senin.

“Seperti yang telah saya nyatakan sebelumnya, kantor saya akan tanpa henti mengejar keadilan bagi para korban kekejaman di Republik Afrika Tengah, terlepas dari sisi konflik mana mereka berada,” tambahnya. (rts/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top