-->

Gubernur Bangka Belitung Respon Lonjakan Covid-19 di Pangkalpinang yang Mengkhawatirkan

Gubernur Erzaldi dalam paparannya memberikan beberapa arahan, seperti penerapan sanksi tegas berupa denda serta bagi tempat usaha yang masih tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan akan dilakukan penutupan aktivitas.




PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, merespon atas meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Pangkalpinang yang sangat mengkhawatirkan.

Untuk mengatasinya, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, menghadiri Rapat Koordinasi dan Konsolidasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang secara daring melalui aplikasi zoom, di Ruang Tanjung Pendam Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin.

Gubernur Erzaldi dalam paparannya memberikan beberapa arahan seperti penerapan sanksi tegas berupa denda serta bagi tempat usaha yang masih tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan akan dilakukan penutupan aktivitas, terlebih masih banyak di restoran atau kafe yang belum menerapkan aturan tanda silang pada kursi konsumen untuk menandakan wajib jaga jarak.

Erzaldi juga minta agar kantor-kantor di Kota Pangkalpinang menerapkan sistem Work From Home (WFH) dan sekolah-sekolah agar tidak menerapkan pembelajaran tatap muka secara langsung.

"Ketegasan sebetulnya sudah dari awal kita harus tegas, cuma kita belum ada aturan yang menjadi payung hukum pelaksanaan kebijakan. Namun seminggu lalu perda kita sudah mendapatkan registrasi dari Kemendagri dan dalam waktu dekat bisa digunakan sehingga bisa dilakukan penertiban dan pemberian sanksi," tegasnya.

Untuk sementara, Gubernur Erzaldi menilai Bangka Belitung harus meningkatkan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan. Hal ini dinilai lebih baik daripada menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengingat pertimbangan ekonomi.

Kemudian, Gubernur Erzaldi berharap agar Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membuat Standard Operating Procedure (SOP) dalam penanganan pasien Covid-19 di setiap rumah sakit di Bangka-Belitung.

Selanjutnya, yang menjadi arahan pada tim satgas sebelum turun ke lapangan, yaitu semua tim harus siap, termasuk kesiapan penganggaran yang dilakukan oleh kabupaten/kota untuk Satgas Covid-19.

"Saya sudah minta cek sejauh mana anggaran penanganan Covid-19 di kabupaten/kota, jangan menunggu Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA). Tidak ada kabupaten/kota yang tidak menganggarkan untuk satgas, sampaikan kepada tim dan minta pendampingan BPKP agar penanganan bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya," tegas Gubernur Erzaldi.

Menyinggung tentang pelaksanaan vaksinasi, Gubernur Erzaldi menugaskan Kepala Dinkes Bangka Belitung, Mulyono Susanto, untuk berkoordinasi dan membuat roadmap data penerima vaksin terutama tenaga kesehatan dan buat jadwal untuk kabupaten/kota sesuai tingkat paparan. (ris/ip)

 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top