-->

Gubenur Babel Erzaldi: Bencana Tak Dapat Dihindari, Tapi Bisa Diupayakan Semaksimal Mungkin

"Contohnya dalam menangani pandemi Covid-19, kita belum menemukan sejauh mana kearifan lokal (lokal wisdom), yaitu perhatian sesama masyarakat kita dalam menangani bencana," kata Erzaldi Rosman.


Gubernur Babel, Erzaldi Rosman


PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengatakan, bencana tidak bisa dihindari, namun bisa diupayakan semaksimal mungkin sebagai langkah-langkah preventif.

"Contohnya dalam menangani pandemi Covid-19, kita belum menemukan sejauh mana kearifan lokal (lokal wisdom), yaitu perhatian sesama masyarakat kita dalam menangani bencana," kata Erzaldi Rosman pada Webinar Nasional dengan tema Peranan Media dan Psikologi dalam Penanggulangan Bencana secara virtual melalui aplikasi zoom, di Ruang Vicon Gubernur Babel, Jumat.

Ia mengatakan, masih banyak masyarakat yang menganggap orang yang terkena Covid-19 harus diasingkan. Hal ini karena masyarakat belum mengetahui secara benar mengenai virus ini.

Menurutnya, disinilah dibutuhkan peran mahasiswa psikolog. Dengan cara memberikan pesan yang menyejukkan hati, mengedukasi masyarakat dengan membagikan informasi, khususnya cara bertindak di masa pandemi atau bencana ini.

"Tindakan kecil yang kawan-kawan mahasiswa psikolog lakukan, mungkin bisa memberikan manfaat yang luar biasa," ungkapnya.

Gubernur Erzaldi juga menyampaikan pesan kepada rekan-rekan media bahwa jika informasi tidak diarahkan dengan baik, berita hoaks dibiarkan beredar, serta cara penyampaian berita yang tidak tepat, maka akan memberikan dampak negatif.

Karenanya, kata dia, dibutuhkan kolaborasikan peran media berita dan media sosial, agar mitigasi bencana dapat dilakukan. Di beberapa daerah, korban bencana tidak ditangani secara kejiwaan atau psikologi. Hal ini berimbas terhadap kemajuan di sektor lainnya.

"Khususnya di Babel ini, bencana non alam masih dapat kita kendalikan dengan baik, sekalipun dengan kondisi penuh tantangan. Tetapi dibalik itu, kita harus gali peluang yang ada, sehingga kita bisa sukses," terangnya.

Ia mengharapkan melalui webinar ini bisa menghasilkan banyak pemikiran dan alternatif solusi dalam penanggulangan bencana melalui sudut pandang keterbukaan informasi di media berita maupun media sosial, serta adanya aksi nyata penanganan dampak psikologis korban bencana. (ris/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top