-->

GGF Bangun Usaha Mikro Warga Labuhan Ratu dalam Bentuk Makanan Olahan dari Nanas

Konsep pemberdayaan usaha mikro yang dilakukan GGF melalui program CSR pada masyarakat Desa Labuhan Ratu IX berbentuk olahan makanan home industri berupa dodol berbahan dasar nanas.




LABUHAN RATU, IPHEDIA.com - Great Giant Foods (GGF) Lampung bangun program Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas usaha mikro di Desa Labuhan Ratu IX, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Konsep pemberdayaan usaha mikro yang dilakukan GGF melalui program CSR pada masyarakat Desa Labuhan Ratu IX berbentuk olahan makanan home industri berupa dodol berbahan dasar nanas.

Potensi wisata di Desa Labuhan Ratu IX yang juga berbatasan dengan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) berpeluang sekali untuk dikembangkan usaha produk olahan makanan sebagai ciri khas dan oleh-oleh bagi wisatawan.

“Melihat potensi Wisata yang ada di desa ini, selain kampung penyanggah TNWK juga termasuk desa yang berdampingan langsung dengan lokasi perkebunan nanas GGF Lampung Timur. Maka muncul konsep wisata desa bagaimana bisa juga menampilkan produk makanan olahan ciri khas yang bisa dinikmati oleh wisatawan,” ungkap Community Development Section Head GGF, Indra Jaya Kesuma, pada Rabu 4 Januari 2021 saat berada di lokasi Pameran Virtual Poduk Desa penyanggah Taman Nasional Way Kambas.

Menurut Indra, karena Desa Labuhan Ratu IX juga salah satu desa wisata binaan TNWK, maka GGF bersama-sama berkolaborasi dari sisi pengembangan produktivitas masyarakat dalam bentuk wirausaha mikro dalam bentuk makanan olahan Dodol Nanas.

“GGF bersama kelompok KWT dan KTH Plang Hijau Sejahtera sudah bergerak dan merealisasikan program ini dan sudah mulai jalan. Volume produksi masih kecil, Penyerapan bahan baku baru bisa 200 kg buah nanas dalam sebulan,” tandas Indra.

Program yang ditawarkan GGF sangat tepat. Produk Dodol Nanas ini sangat mendukung untuk program wisata yang sedang digalakkan di Desa Labuhan Ratu IX. "Selama ini dari TNWK baru bisa mengajak wisatawan untuk berwisata desa tetapi belum bisa menyajikan oleh-oleh yang menjadi ciri khas desa," ungkap Penyuluh TNWK, Titin.

“Program GGF dan program TNWK bisa bersinergi karena selama ini program dari kami lebih ke wisata desanya, sementara untuk produk andalan lokal belum ada yang bisa ditampilkan. Produk ini rasanya pas untuk dikolaborasi dengan program wisata yang sudah jalan,” tandasnya.

Masyarakat tentunya menyambut baik program usaha mikro yang di berikan GGF. "Ini akan menjadi usaha yang berkelanjutan bagi warga ke depannya. Dari awal GGF sudah support, pelatihan keterampilan, sarana dan prasarana terkait usaha ini juga di berikan. Terpenting lagi, GGF terus memberikan pendampingan sehingga kami juga optimis kedepan usaha ini akan maju dan berkembang," ujar Ketua Kelompok Usaha Dodol Nanas Plang Hijau Sejahtera, Desi Asnimar. (Bi2t/Ggf/Ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top