Facebook Larang Iklan Promosi Aksesori Senjata dan Alat Pelindung di AS

“Kami sudah melarang iklan senjata, amunisi dan perangkat tambahan senjata seperti peredam suara. Tapi sekarang kami juga akan melarang iklan untuk aksesori,” kata Facebook dalam sebuah posting blog.


Foto: Reuters


NEW YORK, IPHEDIA.com - Facebook melarang iklan untuk aksesori senjata dan peralatan pelindung di Amerika Serikat dengan segera sampai setidaknya dua hari setelah pelantikan Presiden terpilih AS Joe Biden pada 20 Januari.

Menyusul serangan oleh pendukung Presiden Donald Trump terhadap US Capitol pada 6 Januari, perusahaan media sosial tersebut mengatakan sekarang akan melarang iklan untuk aksesori seperti brankas senjata, rompi dan sarung senjata di Amerika Serikat.

“Kami sudah melarang iklan senjata, amunisi dan perangkat tambahan senjata seperti peredam suara. Tapi sekarang kami juga akan melarang iklan untuk aksesori,” kata Facebook dalam sebuah posting blog, melansir Reuters, Minggu.

Sebelumnya, tiga senator AS mengirim surat kepada Kepala Eksekutif Facebook, Mark Zuckerberg, pada Jumat meminta dia untuk secara permanen memblokir iklan produk yang jelas dirancang untuk digunakan dalam pertempuran bersenjata.

Para senator, semuanya Demokrat, mengatakan perusahaan harus mengambil tindakan ini dan tindakan lainnya untuk meminta pertanggungjawaban atas bagaimana musuh domestik Amerika Serikat telah menggunakan produk dan platform perusahaan untuk memajukan tujuan terlarang mereka sendiri.

Facebook pada Jumat memblokir pembuatan acara Facebook baru di dekat tempat-tempat seperti Gedung Putih dan Gedung Kongres AS di Washington, serta gedung-gedung DPR negara bagian, hingga 20 Januari.

FBI telah memperingatkan protes bersenjata yang direncanakan untuk Washington dan semua 50 ibukota negara bagian menjelang pelantikan.

Buzzfeed melaporkan minggu ini bahwa Facebook telah menjalankan iklan untuk peralatan militer di samping konten yang mempromosikan misinformasi pemilu dan berita tentang kekerasan pada 6 Januari.

Seorang juru bicara perusahaan Facebook mengatakan semua halaman yang diidentifikasi dalam cerita Buzzfeed telah dihapus, dan bahwa perusahaan itu bekerja dengan pakar intelijen dan terorisme serta penegak hukum. (rts/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top