Dicurigai Bantu Upaya Melarikan Diri Aktivis, Polisi Hong Kong Tangkap 11 Orang

Media lokal mengatakan mereka yang ditangkap diduga membantu 12 warga Hong Kong, yang menghadapi dakwaan terkait protes anti-pemerintah di kota yang diperintah China itu pada 2019, dalam upaya mereka untuk melarikan diri tahun lalu.




HONG KONG, IPHEDIA.com - Polisi Hong Kong menangkap 11 orang atas dugaan kejahatan terkait membantu 12 aktivis pro-demokrasi yang dituduh mencoba melarikan diri dari kota dengan perahu ke Taiwan tahun lalu, menurut laporan media dan aktivis lokal, Kamis.

Mereka yang ditangkap berusia 18 hingga 72 tahun, menurut penyiar lokal RTHK, termasuk delapan pria dan tiga wanita.

Daniel Wong, seorang pengacara yang mencoba membantu 12 orang yang ditahan di daratan China Agustus lalu, termasuk di antara mereka yang ditangkap. Wong menulis di Facebook bahwa polisi tiba di apartemennya pada pukul 6 pagi waktu setempat.

Media lokal mengatakan mereka yang ditangkap diduga membantu 12 warga Hong Kong, yang menghadapi dakwaan terkait protes anti-pemerintah di kota yang diperintah China itu pada 2019, dalam upaya mereka untuk melarikan diri tahun lalu.

Pada akhir Desember, pengadilan China menghukum 10 dari mereka antara tujuh bulan dan tiga tahun penjara karena secara ilegal melintasi perbatasan, dalam kasus yang menarik perhatian dan perhatian internasional atas perlakuan terhadap para aktivis.

Dua orang, yang masih di bawah umur pada saat penangkapan, telah dikembalikan ke Hong Kong.

Keluarga para tahanan mengatakan mereka telah ditolak aksesnya ke pengacara independen dan menyuarakan kecurigaan bahwa pihak berwenang Hong Kong membantu penangkapan di China.

Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri telah menjadi tujuan populer bagi para aktivis pro-demokrasi Hong Kong sejak Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional pada Juni 2020, sebuah langkah yang menurut para kritikus bertujuan untuk membasmi perbedaan pendapat dan mengekang kebebasan.

Lebih dari 100 orang kini telah ditangkap berdasarkan undang-undang keamanan nasional, melansir Reuters.

Hong Kong kembali ke pemerintahan China pada tahun 1997 dengan jaminan kebebasan yang tidak terlihat di daratan, termasuk kebebasan berbicara dan berkumpul. Aktivis demokrasi mengeluh bahwa penguasa Partai Komunis di China mengurangi kebebasan itu, tuduhan yang ditolak Beijing.

Amerika Serikat dan Uni Eropa telah meminta para aktivis untuk dibebaskan dan diizinkan kembali ke Hong Kong. (rts/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top