-->

Diamankan di Tanjungjabung Barat, 401.408 Benih Lobster Dilepasliarkan di Sumbar

Pelepasliaran ini dilaksanakan oleh BKIPM Jambi, Satwas PSDKP Kuala Tungkal, Polres Tanjung Jabung Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat, BPSPL Padang, Satwas PSDKP Padang, BKIPM Padang dan Politeknik AUP Padang.




JAMBI, IPHEDIA.com - Sebanyak 401.408 ekor benih lobster atau benur yang diamankan Tim Petir Polres Tanjung Jabung Barat dan Polsek Betara, Provinsi Jambi, dilepasliarkan di Pantai Marapalam, Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

"Benih lobster yang dilepasliarkan sebanyak 401.408 ekor," kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina, Jumat.

Ia menjelaskan, pelepasliaran benur yang dilakukan pada Kamis sekira pukul 12.55 sampai 18.00 WIB di perairan Sumatera Barat itu, terdiri dari 393.570 ekor benih lobster jenis pasir dan 7.838 ekor benih lobster jenis mutiara.

Benur yang dikemas dalam 2.016 kantong plastik beroksigen dan dibagi dalam 78 box styrofoam tersebut merupakan hasil rencana penyelundupan yang digagalkan oleh Polres Tanjungjabung Barat pada Senin, 18 Januari 2021.

Ketika tu, sekira pukul 01.00 WIB, Tim Petir Polres Tanjung Jabung Barat dan Polsek Betara menemukan 78 box styrofoam mencurigakan di kawasan Kuala Betara. Selanjutnya, polisi pengecekan dan mendapati bahwa 78 box styrofoam tersebut berisikan benih lobster.

"Jadi, waktu itu pelaku meletakkan benih ini di jembatan Desa Kuala Indah, tetapi berkat sinergi penyelundupan berhasil kita gagalkan," katanya.

Dalam pelepasliaran ini, BKIPM berkoodinasi dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) melalui Unit Pengelola Teknis (UPT) ditugaskan untuk menentukan lokasi dan tata cara pelepasliaran lobster sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 12/PERMEN-KP/2020.

"Untuk lokasi pelepasliaran, kita koordinasi dengan Ditjen PRL untuk menentukan lokasinya. Akhirnya terpilih di Kabupaten Pesisir Selatan yang memang sesuai sebagai habitat lobster," ujarnya.

Pemilihan lokasi tersebut telah mempertimbangkan kondisi terumbu karang Sungai Pinang yang baik. Pada lokasi yang dimaksud juga ditemukan individu lobster sehingga dinilai sesuai untuk habitat tumbuh kembang BBL.

Pelepasliaran ini dilaksanakan oleh BKIPM Jambi, Satwas PSDKP Kuala Tungkal, Polres Tanjung Jabung Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat, BPSPL Padang, Satwas PSDKP Padang, BKIPM Padang dan Politeknik AUP Padang. (man/ris/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top