Di Tengah Persoalan Sejarah Masa Perang dan Perdagangan, Korsel Ingin Menormalisasi Hubungan dengan Jepang

"Pemerintah Moon memiliki keinginan kuat untuk menormalisasi hubungan antara Korea Selatan dan Jepang, dan presiden juga menyatakan keinginan tersebut selama konferensi pers Tahun Baru," katanya kepada wartawan di Bandara Internasional Incheon, sebelah barat Seoul.


Duta Besar Baru Korea Selatan untuk Jepang, Kang Chang-il (Foto: Yonhap)


SEOUL, IPHEDIA.com - Duta Besar Baru Korea Selatan (Korsel) untuk Jepang, Kang Chang-il, mengatakan pada Jumat bahwa Seoul memiliki keinginan menormalisasi hubungan dengan Tokyo, saat ia berangkat ke negara itu di tengah pertikaian yang berlarut-larut mengenai sejarah masa perang dan perdagangan.

"Pemerintah Moon memiliki keinginan kuat untuk menormalisasi hubungan antara Korea Selatan dan Jepang, dan presiden juga menyatakan keinginan tersebut selama konferensi pers Tahun Baru," katanya kepada wartawan di Bandara Internasional Incheon, sebelah barat Seoul. "Saya berencana menyampaikan pesan ini ke pihak Jepang," tambahnya.

Memperhatikan pertengkaran sejarah yang berlangsung lama antara kedua negara, Kang mengatakan hatinya agak berat. "Tapi saya akan berusaha mengurai satu per satu," katanya, melansir Yonhap.

Seoul berusaha memperbaiki hubungan dengan Tokyo ketika Presiden AS yang baru Joe Biden telah menekankan fokus kebijakan luar negerinya pada penguatan aliansi demokrasi regional untuk menopang kepemimpinan Amerika.

Kang, mantan anggota parlemen partai yang berkuasa selama empat periode, akan menggantikan Nam Gwan-pyo yang menjabat sejak Mei 2019. (yhp/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top