Bangka Belitung Terima 6.280 Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

Dengan dikawal ketat oleh aparat keamanan di pintu keluar terminal cargo Bandara Depati Amir, vaksin tahap pertama untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini diangkut oleh dua mobil cargo dan langsung dibawa menuju cold room Dinas Kesehatan Pemprov Babel.




PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Sebanyak 6.280 vaksin Sinovac Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dari Kementerian Kesehatan RI yang dikemas dengan empat koli, didatangkan dari Jakarta menggunakan pesawat Lion Air JT 0616 tiba di Bandara Depati Amir, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Dengan dikawal ketat oleh aparat keamanan di pintu keluar terminal cargo Bandara Depati Amir, vaksin tahap pertama untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini diangkut oleh dua mobil cargo dan langsung dibawa menuju cold room Dinas Kesehatan Pemprov Babel.

“Empat koli vaksin dengan jumlah 6.280, sudah tiba dan sudah disimpan dalam ruangan pendingin dengan suhu 2 derajat, dijaga oleh aparat keamanan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Babel, Mulyono, Selasa.

Ia mengatakan, vaksin ini rencananya akan disuntikkan untuk sekitar 3.100 orang, yang diprioritaskan untuk gubernur dan forkopimda, dan tenaga kesehatan (Nakes).

Untuk jadwal penyuntikan vaksin, kata dia, masih menunggu arahan dari pemerintah pusat, dan berdasarkan jadwal akan dilakukan pada 14-15 Januari 2021 mendatang.

Rencananya vaksin tahap kedua diprediksi tiba dalam pada bulan ini juga sebanyak 4.000 vaksin. Babel direncanakan akan menerima sebanyak 22.234 vaksin Sinovac. Vaksin ini, akan disuntikkan untuk penduduk usia produktif 18-59 tahun di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (ris/ip)

 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top