-->

AS Batalkan Pembatasan Kontak Diplomatik dengan Taiwan, Ini Kata Pompeo

Pompeo mengatakan AS mempertahankan hubungan dengan mitra tidak resmi di seluruh dunia, dan Taiwan tidak terkecuali. "Kedua negara demokrasi kita memiliki nilai-nilai yang sama tentang kebebasan individu, supremasi hukum, dan penghormatan terhadap martabat manusia," kata Pompeo. 


Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo (Foto: AP)


WASHINGTON, IPHEDIA.com - Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengumumkan pembatasan kontak diplomatik dengan Taiwan, langkah lain yang diperkirakan akan mengecewakan China ketika pemerintahan Trump berakhir.

Pemerintahan Trump telah berusaha untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Taiwan. Sebelumnya, pada Kamis diumumkan bahwa Duta Besar PBB, Kelly Craft, akan pergi ke Taiwan, sebuah langkah yang memicu kritik tajam dari Beijing dan peringatan bahwa AS akan membayar mahal.

Pada bulan Agustus, Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar menjadi anggota Kabinet pertama yang mengunjungi Taiwan sejak 2014.

Pompeo mengatakan bahwa Departemen Luar Negeri telah membuat batasan yang rumit dalam hal kontak antara kedua pihak. Dia mengatakan tindakan itu diambil untuk menenangkan rezim di Beijing.

"Tidak lebih," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, Sabtu waktu setempat. “Hari ini saya mengumumkan bahwa saya mencabut semua pembatasan yang diberlakukan sendiri ini.”

Pemerintah China menyatakan bahwa China daratan dan Taiwan adalah bagian dari "satu China". China telah meningkatkan ancamannya untuk membawa pulau yang berpemerintahan sendiri di bawah kendalinya oleh kekuatan militer dengan seringnya permainan perang dan patroli udara.

China telah menggunakan pengaruh diplomatiknya untuk menghentikan Taiwan bergabung dengan organisasi mana pun yang membutuhkan status kenegaraan untuk keanggotaan.

Pompeo mengatakan AS mempertahankan hubungan dengan mitra tidak resmi di seluruh dunia, dan Taiwan tidak terkecuali.

"Kedua negara demokrasi kita memiliki nilai-nilai yang sama tentang kebebasan individu, supremasi hukum, dan penghormatan terhadap martabat manusia," kata Pompeo.

"Pernyataan hari ini mengakui bahwa hubungan AS-Taiwan tidak perlu, dan tidak seharusnya, dibelenggu oleh pembatasan birokrasi permanen kami yang diberlakukan sendiri."

Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, menyambut baik langkah tersebut. “Saya berterima kasih kepada @SecPompeo & @StateDept karena mencabut batasan yang tidak perlu membatasi keterlibatan kami selama beberapa tahun terakhir,” kata Wu, melansir AP, Minggu, dalam retweet tweet Pompeo tentang pengumuman itu.

"Kemitraan yang lebih erat antara #Taiwan & #US secara tegas didasarkan pada nilai-nilai kita, kepentingan bersama & keyakinan yang tak tergoyahkan dalam kebebasan & demokrasi," tulisnya, yang membedakannya dengan negara satu partai otoriter China. (ap/ip)

 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top