-->

Wujudkan Ketahanan Pangan, KSAD Tegaskan TNI AD Siap Bantu Pemerintah

"Kami pasti selalu siap untuk membantu. Kami akan terus membantu karena ini (pangan) adalah proyek strategis nasional, juga termasuk prioritas. Karena ketersediaan komoditas pokok atau pangan adalah salah satu tugas besar negara saat ini," kata KSAD Andika Perkasa.


KSAD, Jenderal TNI Andika Perkasa (Foto: Senayanpost)


JAKARTA, IPHEDIA.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, menegaskan TNI AD akan selalu siap membantu pemerintah dan kementerian terkait untuk mewujudkan ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19.

"Kami pasti selalu siap untuk membantu. Kami akan terus membantu karena ini (pangan) adalah proyek strategis nasional, juga termasuk prioritas. Karena ketersediaan komoditas pokok atau pangan adalah salah satu tugas besar negara saat ini," kata KSAD, Andika Perkasa, dalam keterangannya di Jakarta, melansir Senayanpost, Selasa.

TNI AD telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pertanian untuk bekerja sama dalam pembangunan "food estate" di Kalimantan Tengah. Program pemanfaatan lahan gambut tersebut telah dilaksanakan sejak September lalu sebagai gerakan ketahanan pangan TNI AD dalam mendukung program pertanian.

Tak hanya sektor pertanian, TNI AD juga menyiapkan seluruh kekuatan sampai ke satuan bawah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di masa pandemi.

 Kabag Info Subdis Medlek Dinas Penerangan TNI AD, Letkol Inf Ismail, membenarkan adanya kerja sama antara TNI AD dengan Kementan dalam pembangunan "food estate" di Kalteng.

"Ada kerja sama TNI AD dengan Kementerian Pertanian dalam bentuk 'food estate'. Itu dilaksanakan di Kalimantan Tengah," katanya.

Selain itu, Ismail juga memastikan MoU antara TNI AD dengan Kementan itu terimplementasi hingga anggota-anggota di satuan terbawah. (sp/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top