Utusan China Serukan Dimulainya Kembali Pembicaraan Damai Israel-Palestina

Sebagai tetangga dekat yang secara fisik tidak dapat menjauh dari satu sama lain, Palestina dan Israel harus mematuhi opsi strategis pembicaraan damai dan memulai kembali dialog yang sederajat tanpa penundaan, kata Geng Shuang, wakil permanen perwakilan China untuk PBB.




NEW YORK, IPHEDIA.com - Seorang utusan China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan dimulainya kembali pembicaraan damai antara Israel dan Palestina.

Sebagai tetangga dekat yang secara fisik tidak dapat menjauh dari satu sama lain, Palestina dan Israel harus mematuhi opsi strategis pembicaraan damai dan memulai kembali dialog yang sederajat tanpa penundaan, kata Geng Shuang, wakil permanen perwakilan China untuk PBB.

China menyambut baik inisiatif Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, untuk mengadakan konferensi perdamaian internasional awal tahun depan.

China juga memuji kedua pihak untuk memulai kembali kerja sama sipil dan keamanan serta melanjutkan transfer pendapatan pajak, katanya pada pertemuan Dewan Keamanan di Timur Tengah.

Para pemain internasional harus tetap tidak memihak dan objektif, dan bekerja dengan itikad baik untuk memajukan proses perdamaian Timur Tengah.

Setiap solusi atas masalah Palestina harus memperhatikan suara negara-negara kawasan, terutama Palestina, mengakomodasi keprihatinan semua pihak, dan tidak boleh dipaksakan kepada pihak manapun, ujarnya.

Resolusi PBB yang relevan, prinsip tanah untuk perdamaian, dan solusi dua negara, yang mewakili kebijaksanaan dan kerja keras dari generasi ke generasi, harus diperhatikan dan diterapkan, kata Geng, melansir Xinhua, Selasa.

China mencatat dengan prihatin kelanjutan dan perluasan signifikan kegiatan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki.

China meminta semua pihak terkait untuk mematuhi resolusi PBB, menyelesaikan penggambaran akhir perbatasan Palestina-Israel melalui negosiasi damai, menahan diri dari tindakan sepihak yang dapat memperburuk ketegangan, meninggalkan rencana aneksasi, dan menghentikan kegiatan pemukiman, katanya.

Beberapa bulan terakhir telah menyaksikan peningkatan penghancuran rumah-rumah Palestina dan kekerasan terhadap warga sipil.

China mendesak pihak berwenang terkait untuk segera mencabut blokade di Gaza, berhenti menghancurkan rumah-rumah Palestina dan menghancurkan properti Palestina, serta mencegah tindakan kekerasan terhadap warga sipil, katanya.

Komunitas internasional harus menempatkan pada agendanya tinggi pada dampak ekonomi dan kemanusiaan Covid-19 pada Palestina. China memuji upaya tak henti-hentinya dari badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) untuk meningkatkan situasi kemanusiaan Palestina.

Pada saat ini ketika UNRWA berada di bawah tekanan keuangan yang luar biasa, dunia perlu menghormati komitmennya dan memberikan kontribusi keuangan untuk membantu badan mengatasi kesulitan saat ini, kata Geng.

Sejak awal tahun ini, China telah menyediakan banyak pengiriman alat pelindung diri dan perlengkapan anti-epidemi lainnya kepada warga Palestina, dikirim tenaga ahli kesehatan, dan didonasikan ke UNRWA.

Baru-baru ini, pasokan anti-epidemi yang diberikan oleh pemerintah China kepada institusi kesehatan yang berafiliasi dengan UNRWA dan alat kesehatan melalui UNRWA untuk pengungsi Palestina di berbagai negara telah dikirimkan, katanya.

China siap untuk terus bekerja dengan komunitas internasional dalam upaya yang tak tergoyahkan menuju solusi yang komprehensif, adil dan tahan lama dari masalah Palestina sejak dini, jelasnya. (xha/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top