Tuntut Ilmu Hingga Madiun, Pemprov Bangka Belitung Siap Kembangkan Porang

Terinspirasi dari kisah suksesnya, Pemprov Babel ingin mengembangkan porang di Bangka Belitung dengan metode yang diterapkan oleh Paidi selaku pemilik PT Paidi Indo Porang.




BABEL / MADIUN, IPHEDIA.com - Sebagai usaha untuk mengembangkan budi daya tanaman porang, Tim Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sengaja datang jauh-jauh ke Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur (Jatim) tepatnya di Desa Kepel, Kecamatan Kare, untuk menimba ilmu dan melihat secara langsung budi daya tanaman porang yang dilakukan PT Paidi Indo Porang, Selasa.

Terinspirasi dari kisah suksesnya, Pemprov Babel ingin mengembangkan porang di Bangka Belitung dengan metode yang diterapkan oleh Paidi selaku pemilik PT Paidi Indo Porang, dengan harapan petani di Bangka Belitung dapat meniru kesuksesannya sehingga mengangkat perekonomian masyarakat, terlebih di masa pandemi Covid-19.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, melalui video call menyampaikan keinginannya untuk bermitra dengan PT Paidi Indo Porang ini. Kemitraan yang dimaksud adalah membantu petani dari mulai penyediaan bibit porang unggul, pembenihan, penanaman, pembinaan pola penanaman yang baik dan benar hingga pemanenan serta pemasaran hasil produk.

"Kita mau bantu petani secara utuh. Jangan sampai kita bantu petani hanya menyediakan bibit saja, tetapi tidak dibantu cara menanam yang benar. Dalam misi ini ada hal-hal yang harus berbagi dengan petani. Kita harus melindungi dan menyejahterakan petani," ungkapnya.

Untuk mengejar masa tanam bulan Februari ini, Gubernur Erzaldi berharap agar perjanjian kerja sama ini segera dilaksanakan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Babel, Juaidi, mengatakan selain lahan yang sudah siap, masyarakat Bangka Belitung juga siap untuk menanam porang. Pihaknya tertarik untuk menjalin kerja sama dengan PT Paidi Indo Porang dari penyiapan bibit, pembinaan, hingga penyediaan offtaker.

Selain lahan yang sudah ada juga akan memanfaatkan lahan ekstambang sebagai pengembangannya. Para petani nantinya juga akan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai sumber pembiayaan. Diharapkan berbagai skema pola penanaman dapat dikembangkan di Bangka Belitung.

Dalam pengembangan porang ini, akan ada pembangunan sebuah pabrik pengolahan porang di Bangka Belitung dengan menggandeng BUMD melalui pemberdayaan desa. Dengan adanya pabrik tersebut diharapkan dapat menghasilkan produk olahan porang serta dapat menampung hasil porang di wilayah Sumatra.

Pengusaha dan pemilik PT Paidi Indo Porang, dalam paparannya menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov. Babel atas gebrakannya yang luar biasa.

Pihaknya siap menjadi offtaker dan membantu mendampingi petani Bangka Belitung dalam pola penanaman porang yang baik dan benar.

"Satu hektar lahan porang dibutuhkan 15 orang pekerja. Bayangkan jika Bangka Belitung siap dengan 1.000 hektar lahan. Pasti akan menyerap ribuan tenaga kerja, sehingga ekonomi akan terangkat," jelasnya.

Paidi juga menjelaskan, untuk satu hektar lahan dapat menghasilkan keuntungan sebesar 800 juta dalam jangka waktu dua musim, dengan catatan penanaman dilakukan dengan intensif dan pola tanam yang benar.

PT Paidi Indo Porang ini milik seorang warga Desa Kepel, Paidi yang berhasil mengembangkan budi daya tanaman porang dan hingga kini sukses menjadi pengusaha porang dengan menjual hasil produksinya ke luar negeri. Paidi juga menginspirasi warga sekitar untuk menanam porang hingga mendirikan PT Paidi Indo Porang sebagai wadah pengelolaannya.

Saat ini, PT Paidi Indo Porang juga terbuka bagi petani lain dengan memberikan edukasi seputar tata cara tanam porang dengan metode yang dikembangkannya serta membantu mediasi pemasarannya, baik untuk petani maupun pengepul.

Di kesempatan itu, tim dari Babel melihat proses budi daya porang di lahan seluas 10 hektar milik PT Paidi Indo Porang, mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan, dan pemupukan hingga pemanenan yang nantinya akan diadopsi di Bangka Belitung. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top