-->

Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada di Lampung Capai 72 Persen

Selain tingkat partisipasi masyarakat, terdapat dua parameter lain yang juga ikut serta masuk dalam pengawasan, yakni keamanan dan penerapan protokol kesehatan.


Kepala Kesbangpol Provinsi Lampung, M Firsada


BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 8 kabupaten/kota di Provinsi Lampung hanya sebesar 72 persen.

Angka tersebut masih belum mencapai target tetapi sudah hampir mendekati dari yang diberikan oleh pemerintah pusat dengan angka partisipasi sebanyak 75 persen.

"Tingkat partisipasi masyarakat hanya sebesar 72 persen," ujar Kepala Kesbangpol Provinsi Lampung, M Firsada, Kamis.

Ia mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada di Lampung ini telah laporkan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Selain tingkat partisipasi masyarakat, terdapat dua parameter lain yang juga ikut serta masuk dalam pengawasan, yakni keamanan dan penerapan protokol kesehatan.

"Keamanan semua berjalan lancar dan kondusif, sedangkan untuk penerapan protokol kesehatan semua TPS sudah melaksanakan," katanya.

Menurutnya, dengan adanya desk Pilkada di 8 kabupaten/kota dapat membantu pengawasan dalam setiap tahapan pelaksanaan pilkada.

Dalam pelaksanaannya, desk Pilkada ini bukan bertugas untuk menghitung, namun untuk melaporkan perkembangan terkini pelaksanaan tahapan pilkada dan untuk hasilnya kita menunggu keterangan resmi dari KPU.

Diketahui, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung mencatat Indeks Kerawanan Pemilu pada 8 kabupaten/kota di Lampung yang melaksanakan Pilkada Serentak.

Indeks kerawanan tersebut, yakni Kota Bandarlampung memiliki skor tertinggi 73,6, Kabupaten Pesawaran dengan skor 60,9, Lampung Selatan 57,5 dan Kabupaten Lampung Tengah dengan skor 57,5.

Kemudian disusul Kabupaten Waykanan 54,0, Kabupaten Pesisir Barat dengan skor 48,5, Kabupaten Lampung Timur 37,9, dan Kota Metro dengan skor 37,9. (rz/rd/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top