Tim Gabungan Ditpolairud dan Polda Jatim Gerebek Pabrik Perakit Bom Ikan

Tersangka berinisial MB yang bertindak sebagai perakit bom diamankan pihak berwajib setelah tertangkap basah saat tim gabungan kepolisian mengadakan operasi pada tanggal 23 Desember 2020. MB diamankan dengan barang bukti perakitan dan Potasium Chlorate sebanyak 2.4 ton.




SURABAYA, IPHEDIA.com - Tim gabungan Ditpolairud bersama Polda Jawa Timur (Jatim) menggerebek tempat perakitan dan penyimpanan bahan peledak untuk bom ikan yang terletak di Jalan Raya Bilaporah, Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan.

Tersangka berinisial MB yang bertindak sebagai perakit bom diamankan pihak berwajib setelah tertangkap basah saat tim gabungan kepolisian mengadakan operasi pada tanggal 23 Desember 2020. MB diamankan dengan barang bukti perakitan dan Potasium Chlorate sebanyak 2.4 ton.

Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lanjutan terkait kasus bom ikan tersebut. Ia mengaku masih banyak pelaku perakitan bom ikan yang belum tertangkap.

"Ini perakitan bom ikan, nanti akan kita tindaklanjuti. Tidak mungkin perakitan ini dilakukan hanya satu orang, sulit soalnya," ungkap Komjen Pol Agus Andrianto, Senin.

Kronologi kejadian berdasarkan laporan informasi dari Subdit Interlair pada Kamis, 17 Desember 2020, tentang adanya tempat penyimpanan bahan baku bom ikan dengan jenis Potassium Phlorate (kcl03) sebanyak sekitar 2.400 kg berikut barang bukti lainnya yang digunakan sebagai bahan perakitan bom ikan di rumah tersangka MB yang bertempat tinggal di Bangkalan.

Tim gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri kemudian menindaklanjuti informasi tersebut. Pada Rabu, 23 Desember 2020 sekitar pukul 13.30 WIB di Jl Raya Bilaporah Desa Socah, Kabupaten Bangkalan, tim gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri bersama dengan Polres Bangkalan dan Ditpolairud Polda Jatim telah melakukan penindakan berupa penangkapan dan penggeledahan terhadap rumah tersangka MB.

Dari hasil pengungkapan tersebut polisi mengamankan sebanyak 470 karung 25 kg Potasium Chlorate seberat 11.750 kg, 185 karung sodium Perchlorate seberat 4.625 kg, satu karung belerang sebanyak 25 kg, Potasium Nitrate sebanyak 20 kg, 1.027 butir selongsong detonator.

Kemudian, bubuk bahan sumbu sebanyak 5 kg, bubuk bahan peledak 1,5 kg, belerang bahan detonator 5,5 kg, bahan dalam sumbu peledak setengah jadi 6 kg dan 1 set kotak pencetak sumbu peledak.

Selain itu, polisi juga mengamankan 15 butir sumbu peledak warna merah, 60 meter sumbu peledak warna putih, 60 meter bahan kabel sumbu, 150 meter selang bahan sumbu warna putih.

Barang bukti lainnya, 50 meter selang bahan sumbu warna hitam, 2 roll 200 meter kertas bahan pembungkus sumbu, 34 roll bahan selang sumbu bagian dalam, satu unit handphone merk vivo warna biru tua dan 1 buku rekening BCA KCU Bangkalan.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang bahan peledak dan Pasal 122 UU Nomor 22 Tahun 2019 tentang sistem pertanian berkelanjutan dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun. (Sugeng P/Ip)

 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top