Rapat Pleno Penghitungan Suara Pilkada Pesisir Barat Ricuh

"Massa yang banyak diluar melakukan tindakan anarkis. Walau terjadi kerusakan, logistik aman dijaga ketat oleh TNI dan Polri," kata Antoniyus kepada awak media.




PESIBAR, IPHEDIA.com - Rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesisir Barat (Pesibar), Provinsi Lampung, dalam hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) Pesisir Barat di Gedung Serba Guna (GSG) Selalaw ricuh, Selasa.

Kericuhan berawal dari ketidakpuasan para pendukung masing-masing pasangan calon, terhadap hasil perolehan sementara suara Pilkada. Rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat Kabupaten Pesisir Barat ini kelanjutan dari pleno yang sempat ditunda Senin.

Komisioner KPU Provinsi Lampung, Antoniyus, menyebut kericuhan hari ini bermula saat proses pleno sedang istirahat, karena massa diluar sudah terlalu banyak, maka kemudian langsung melakukan tindakan dan terjadi anarkis.

"Massa yang banyak diluar melakukan tindakan anarkis. Walau terjadi kerusakan, logistik aman dijaga ketat oleh TNI dan Polri," kata Antoniyus kepada awak media, Selasa.

Kericuhan terjadi diindikasikan dari kubu 01 Pieter-FakhrurraI dan kubu 02 Aria Lukita-Erlina. Para komisioner KPU Pesisir Barat, ketika peristiwa itu terjadi dievakuasi ke Polres Lampung Barat untuk diamankan sementara, sambil berkoordinasi kelanjutan pleno tersebut.

Pada pleno 11 kecamatan, petahana Agus Istiqlal-Zulqoini Syarif unggul dengan meraih 46,35 persen suara atau 41.234 pemilih. Kemudian, pasangan nomor urut 2 Aria Lukita Budiwan-Erlina 39,74 persen atau 35.353 pemilih dan Pieter-Fahrurozi 13,92 persen atau 12.381 pemilih.

Saat penghitungan tersebut berlangsung massa berusaha menerobos masuk ke lokasi pleno di Gedung Seba Guna Selalaw Pantai Labuhan Jukung Krui. Kericuhan terjadi antara sesama pendukung dan juga petugas keamanan yang berjaga. (rz/ed/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top