PM India Bela Hukum Pertanian, Tuduh Oposisi Khianati dan Sesatkan Petani

Modi mengatakan reformasi pertanian tidak dilakukan dalam semalam tetapi dibahas selama lebih dari dua dekade oleh setiap pemerintah.


Foto: Xinhua


NEW DELHI, IPHEDIA.com - Perdana Menteri India, Narendra Modi, dengan keras membela tiga undang-undang pertanian yang kontroversial dan menuduh partai-partai oposisi mengkhianati dan menyesatkan para petani.

Undang-undang pertanian telah memicu protes besar-besaran di dalam dan di luar ibu kota nasional India, Delhi, dengan ribuan petani menempati jalan. Pada Jumat waktu setempat menandai hari ke-23 protes berturut-turut di negara itu.

“Jika ada yang memiliki keprihatinan, maka dengan kepala tertunduk, tangan terlipat, dengan kerendahan hati, kami bersedia untuk menghilangkan ketakutan mereka,” kata Modi saat berbicara kepada para petani di Madhya Pradesh melalui tautan video.

Modi mengatakan Harga Dukungan Minimum (MSP) yang diakhiri dengan undang-undang baru adalah kebohongan terbesar yang pernah ada.

"Bicara tentang MSP yang berakhir setelah undang-undang baru adalah kebohongan terbesar yang pernah ada. Saya ingin meyakinkan setiap petani di seluruh India bahwa MSP akan tetap ada," katanya.

Modi mengatakan reformasi pertanian tidak dilakukan dalam semalam tetapi dibahas selama lebih dari dua dekade oleh setiap pemerintah.

"Jika hari ini manifesto dari semua partai politik diperiksa, pernyataan mereka sebelumnya didengar dan surat mereka dilihat, reformasi ini tidak berbeda dari apa yang mereka janjikan," kata Modi.

"Undang-undang ini tidak diberlakukan dalam semalam. Dalam 22 tahun terakhir, setiap pemerintah, negara bagian telah membahas ini secara rinci. Kelompok tani, pakar pertanian, ekonom, ilmuwan, dan petani progresif telah menyerukan reformasi," tambahnya.

Pidato Modi adalah bagian dari penjangkauan besar pemerintah kepada petani di tengah protes yang sedang berlangsung di jalan raya menuju Delhi, melansir Xinhua, Sabtu.

Modi mengatakan kesejahteraan petani adalah prioritas utama pemerintah dan tanpa menyebut nama, dia menyerang partai oposisi karena menyesatkan petani.

"Saya tidak berpikir mereka (oposisi) memiliki masalah dengan reformasi pertanian. Mereka memiliki masalah dengan kenyataan bahwa apa yang mereka janjikan dan tidak dapat berikan sekarang telah dilakukan oleh Modi," katanya. (xha/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top