Pemerintah Bangun 4000 Jargas untuk Warga Lamongan

“Ketersediaan gas di Indonesia berlebih untuk kebutuhan dalam negeri. Pemerintah terus mengupayakan penggunaan gas ini untuk kebutuhan domestik dan mengurangi impor,” sebut Tutuka Ariadi.




SURABAYA, IPHEDIA.com - Meski dalam suasana masih pandemi, Pemerintah Pusat masih cukup komitmen dalam membantu ketersediaan energi yang bersih dan murah bagi masyarakat, serta bersumber dari dalam negeri.

Seperti saat meresmikan 4000 SR (Saluran Rumah) oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM RI, Tutuka Ariadi, di Halaman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Jumat.

Peresmian untuk menandai warga Lamongan khususnya yang berdomisili di perkotaan itu, selain dihadiri oleh Dirjen Migas juga dihadiri anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti Widya Putri, Bupati Lamongan Fadeli dan Forkopimpda.

Tutuka Ariadi menyebutkan, ketersediaan gas di Indonesia sangat besar, sehingga penting untuk dimanfaatkan.

“Ketersediaan gas di Indonesia berlebih untuk kebutuhan dalam negeri. Pemerintah terus mengupayakan penggunaan gas ini untuk kebutuhan domestik dan mengurangi impor,” sebut
Tutuka Ariadi.

Dyah Roro Esti Widya Putri menyatakan bahwa penggunaan Jargas dianggap lebih murah dibandingkan LPG serta dianggap lebih baik dari segi kemanfaatannya.

“Jargas ini dibuat dengan bahan metana yang jumlahnya dapat dipenuhi dari dalam negeri dan suplainya melimpah, sedangkan LPG terbuat dari propana yang untuk memenuhinya kita 60 persen masih impor. Harapannya Jargas ini betul-betul bisa bermanfaat,” ungkapnya.

Menurut Bupati Lamongan, Fadeli, pembangunan Jargas sebanyak 4000 SR (Sambungan Rumah) di Lamongan masih sangatlah kecil, baru sebesar 1 persen jika dibandingkan dengan jumlah rumah tangga di Lamongan.

“Tahun 2021 di Lamongan dijatah 6000 lagi untuk sambungan rumah tangga, saya harap bisa lebih dari itu. Saya juga berterimakasih karena program ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat. Semoga kedepannya baik skala rumah tangga maupun skala industri dapat dimaksimalkan,” ucap Fadeli.

Penggunaan Jargas dianggap lebih menguntungkan karena masyarakat bisa lebih hemat dalam hal biaya, tidak perlu lepas-pasang regulator terlebih bagi yang takut memasang regulator, tidak perlu mengangkat tabung gas, tidak bingung saat tengah malam gas habis, lebih murah, dan dianggap lebih aman.

"Sudah 3 bulan sejak Agustus saya menggunakan ini, memang lebih hemat, lebih aman dibanding gas tabung. Kalau dihitung rata-rata perbulan selisihnya hampir 300 ribu. untuk menggoreng banyak juga tidak perlu ganti-ganti tabung lagi," terang Achmad Tawakul, penjual gorengan di Lamongan.

Selain itu menurut Mila, seorang ibu rumah tangga pengguna Jargas yang mengaku dulunya takut memasang regulator, hingga memilih untuk tidak memasak ketika gas habis, kini Ia bisa lebih nyaman karena tidak perlu lagi melepas-pasang regulator.

Pembangunan Jargas di Lamongan terbagi dalam 7 sektor. Sektor 1 meliputi Kelurahan Tumenggungan sebanyak 947 SR, Sektor 2 Kelurahan Sukorejo dengan jumlah 674 SR, Sektor 3 dan 4 melayani Kelurahan Sidoharjo dan Telogo Anyar sebanyak 949 SR, sektor 5 Kelurahan Jetis berjumlah 463 SR, sektor 6 dan 7 melayani Kelurahan Banjarmendalan dan Sidokumpul sebanyak 967 SR. (Sugeng P/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top