Pemerintah Afghanistan dan Taliban Umumkan Kesepakatan Terobosan Pembicaraan Damai

Kesepakatan menjabarkan jalan ke depan untuk diskusi lebih lanjut tetapi dianggap sebagai terobosan karena akan memungkinkan negosiator untuk beralih ke masalah yang lebih substantif, termasuk pembicaraan tentang gencatan senjata.


Foto: Yahoo News UK


AFGANISTAN, IPHEDIA.com - Perwakilan pemerintah Afghanistan dan Taliban mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan awal untuk melanjutkan pembicaraan damai, kesepakatan tertulis pertama mereka dalam 19 tahun perang.

Kesepakatan pada Rabu waktu setempat itu menjabarkan jalan ke depan untuk diskusi lebih lanjut tetapi dianggap sebagai terobosan karena akan memungkinkan negosiator untuk beralih ke masalah yang lebih substantif, termasuk pembicaraan tentang gencatan senjata.

"Prosedur termasuk pembukaan negosiasi telah diselesaikan dan mulai sekarang, negosiasi akan dimulai dalam agenda," kata Nader Nadery, anggota tim negosiasi pemerintah Afghanistan, kepada Reuters.

Juru bicara Taliban mengkonfirmasi hal yang sama di Twitter. "Sebuah komite kerja bersama ditugaskan untuk menyiapkan rancangan topik untuk agenda (pembicaraan damai)," kata pernyataan bersama dari kedua belah pihak, melansir Aljazeera.

Juru bicara Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani Sediq Sediqqi, mengatakan di Twitter, mengutip pemimpin Afghanistan: "(Perjanjian) adalah langkah maju untuk memulai negosiasi tentang masalah utama, termasuk gencatan senjata yang komprehensif sebagai tuntutan utama rakyat Afghanistan."

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengucapkan selamat kepada kedua belah pihak atas ketekunan dan kemauan untuk menemukan kesamaan, dan menambahkan bahwa Amerika Serikat akan bekerja keras dengan semua pihak dalam mengejar pengurangan kekerasan dan gencatan senjata yang serius.

Perwakilan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan, Zalmay Khalilzad, mengatakan bahwa kedua belah pihak telah menyetujui perjanjian tiga halaman yang mengatur aturan dan prosedur untuk negosiasi mereka pada peta jalan politik dan gencatan senjata yang komprehensif. (alj/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top