Pembunuhan Pengusaha Prancis di Meksiko Diwarnai Aksi Protes

Kepala polisi Mexico City, Omar Harfuch, yang menjadi sasaran upaya pembunuhan di dekat Polanco lima bulan lalu, mengatakan seorang pria yang diyakini terlibat dalam pembunuhan itu telah ditangkap.


Foto: Reuters


MEXICO CITY, IPHEDIA.com - Beberapa ratus orang berunjuk rasa di Mexico City memprotes pembunuhan seorang pengusaha Prancis dan rekan Meksiko selama akhir pekan, kejahatan kekerasan terbaru yang mengobarkan kekhawatiran tentang keamanan di negara itu.

Para demonstran pada Senin waktu setempat berunjuk rasa di sepanjang jalan raya utama di lingkungan barat Polanco yang kaya ke sebuah restoran yang dikelola oleh Baptiste Lormand, 45, dan mitra bisnisnya, Luis Orozco, sebelum meninggalkan bunga di luar kedutaan Prancis di dekatnya.

Penduduk lokal dan pemilik bisnis ambil bagian, dengan seorang pengunjuk rasa memegang plakat bertuliskan dalam bahasa Spanyol: "Ketika tidak ada keadilan, pihak berwenang menjadi kaki tangan."

Lormand dan Orozco dilaporkan hilang pada Jumat dan mayat mereka ditemukan di jalan tanah di distrik selatan ibukota pada Sabtu, kata jaksa Mexico City.

Warga Polanco, Israel Reyes, mengatakan dia sangat sedih dengan pembunuhan itu dan terkejut bahwa kejahatan semacam itu telah terjadi di daerah yang umumnya dianggap termasuk yang paling aman di kota itu.

“Saya pikir sekarang ada tanggung jawab besar pada masyarakat dan pihak berwenang bagi kami untuk memulihkan ketertiban,” kata Reyes.

Kepala polisi Mexico City, Omar Harfuch, yang menjadi sasaran upaya pembunuhan di dekat Polanco lima bulan lalu, mengatakan seorang pria yang diyakini terlibat dalam pembunuhan itu telah ditangkap pada Senin, melansir Reuters.

Harfuch menyebut, para penyelidik mencurigai perampokan berada di balik kejahatan itu, meskipun beberapa pendemo mengatakan pria Prancis itu dan rekannya adalah korban pemerasan.

Presiden Andres Manuel Lopez Obrador menjabat dua tahun lalu berjanji untuk mengurangi rekor tingkat kekerasan yang dipicu oleh geng. Sebaliknya, pertumpahan darah semakin meningkat.

Pembunuhan mencapai rekor lain pada 2019, dan berada di jalur yang tepat untuk melampaui angka itu tahun ini, menurut data resmi menunjukkan. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top