-->

OJK Sebut Restrukturisasi Kredit Perbankan di Sumsel Masih Rendah

"Porsi kredit yang direstrukturisasi oleh perbankan di Sumatera Selatan tercatat masih rendah, hanya Rp6,4 triliun per November 2020," kata Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel, Untung Nugroho.


Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel, Untung Nugroho


PALEMBANG, IPHEDIA.com - Otoritas Jasa Keuangan Regional 7 Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menyebut, program restrukturisasi kredit perbankan di Provinsi Sumatera Selatan masih rendah dan belum optimal.

"Porsi kredit yang direstrukturisasi oleh perbankan di Sumatera Selatan tercatat masih rendah, hanya Rp6,4 triliun per November 2020," kata Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel, Untung Nugroho, Rabu.

Ia mengatakan, program restrukturisasi ini di Sumsel hanya menyasar 7,4 persen dari total penyaluran pinjaman di daerah senilai Rp86,1 triliun. Porsi kredit yang direstrukturisasi ini lebih rendah jika dibandingkan angka restrukturisasi nasional yang sebesar 17 persen.

"Rata-rata bank di Sumsel ini tidak begitu melakukan restrukturisasi, sehingga rasio NPL (non performing loan) perbankan di sini lebih realistis,” katanya.

Padahal, menurut dia, peran restrukturisasi sangat besar dalam menekan tingkat NPL dan permodalan bank, sehingga stabilitas sektor jasa keuangan dapat terjaga dengan baik.

Mengenai restrukturisasi kredit perbankan, otoritas sudah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan, dari yang semestinya berakhir pada Maret 2021 menjadi Maret 2022, dengan penambahan substansi yang lebih terkait penerapan manajemen risiko yang dilakukan oleh bank. (bud/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top