-->

KPUD Sidoarjo Simulasi Pilkada di TPS, Pemilih Dibatasi Maksimal 10 Orang

KPUD Sidoarjo telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk pilkada Sidoarjo. Jumlahnya adalah 1.404.887 pemilih, terdiri atas 692.500 pemilih laki-laki dan 712.387 pemilih perempuan.




SIDOARJO, IPHEDIA.com.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur (Jatim), menggelar simulasi tahapan proses pemungutan dan penghitungan perolehan suara di TPS dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) di halaman Mapolresta Sidoarjo, Sabtu.

Simulasi disaksikan langsung PJ Bupati Sidoarjo Hudiyono, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, dan Ketua KPUD Sidoarjo M Iskak. Totalnya 3.528 TPS di seluruh Sidoarjo.

KPUD Sidoarjo telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk pilkada Sidoarjo. Jumlahnya adalah 1.404.887 pemilih, terdiri atas 692.500 pemilih laki-laki dan 712.387 pemilih perempuan.

"Simulasi ini merupakan miniatur pelaksanaan pemungutan suara nanti. Sejumlah langkah dalam simulasi dilakukan, mulai dari; cek suhu badan, menyiapkan cuci tangan, sarung tangan plastik dan jumlah tempat duduk jarak minimal 1 meter," kata M Iskak, Ketua KPUD Sidoarjo.

Sebelum TPS dibuka terlebih dulu dilakukan penyemprotan desinfectan oleh petugas protokol Covid-19. Setelah dilakukan penyemprotan, dihimbau kepada pemilih yang terdaftar di DPT nomor 1-10 diharapkan menuju ke TPS, kemudian nomor selanjutnya dan seterusnya, maksimal 10 orang pemilih berada di TPS.

Sebelum dilakukan pemungutan suara petugas melaksanakan rapat terlebih dulu dengan 10 daftar pemilih. Petugas TPS melalui pengeras suara selalu mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono, menilai simulasi yang dilakukan KPUD Sidoarjo merupakan langkah yang tepat, karena banyak perubahan kebiasaan di tempat TPS dibanding proses pemungutan suara pilkada sebelumnya.

"Proses pemungutan suara saat ini mengedepankan protokol kesehatan dengan ketat, banyak perubahan selama di TPS. Seperti, pembatasan pemilih 10 orang saja,antrian juga harus sesuai dengan nomor urut. Di tiap TPS juga disiagakan petugas yang khusus menangani protokol kesehatan", kata Hudiyono.

Bupati Hudiyono berharap pelaksanaan pilkada 9 Desember nanti berjalan aman dan lancar. Tidak ada cluster baru selama pilkada dan warga Sidoarjo sehat semua. Sehat ekonominya, sehat jasmaninya dan warganya selamat semua.

Seluruh petugas sebelumnya mengucapkan sumpah menyatakan bebas kepentingan dan golongan. Tidak memihak dan bersikap netral. Maksimal jumlah petugas di TPS, di antaranya dari KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) ada 7 orang.

KPPS 1 adalah ketua KPPS, kemudian KPPS 2 dan 3 bertugas mengurus surat suara, kemudian KPPS 4 bertugas mencocokkan C 6 (C pemberitahuan) ke DPT. Kemudian KPPS 5 bertugas mendata daftar hadir atau C daftar hadir.

Sedangkan, KPPS 6 menjaga kotak suara dan memakai baju hazmat jika ada kejadian khusus seperti ada pemilih dengan suhu badan tinggi, dan yang terakhir KPPS 7 bertugas menetesi tinta pemilih setelah dari bilik.

Petugas lainnya, yakni petugas PTPS (pengawas TPS) 1 orang. Saksi ada 3 orang sesuai dengan jumlah paslon pilkada Sidoarjo ada 3 paslon, petugas Linmas 2 orang. Linmas bertugas menyemprot desinfectan dan thermogun, termasuk mengarahkan untuk cuci tangan. Di TPS disediakan sarung tangan plastik dan hand sanitizer. Tempat duduk berjarak 1 meter dan masuknya sesuai nomor urut. (Sugeng P/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top