Korea Utara Bisa Saja Uji Coba Rudal Balistik Antarbenua Jika Pembicaraan Nuklir Terhenti

Korea Utara telah melakukan provokasi militer di masa lalu untuk menguji pendekatan Washington atau menarik perhatiannya ketika pemerintahan baru AS mulai menjabat.




SEOUL, IPHEDIA.com - Korea Utara dapat menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) pada bulan-bulan awal pemerintahan Joe Biden yang akan datang jika pembicaraan nuklir antara kedua negara tetap terhenti, kata sebuah lembaga pemikir lokal, Selasa.

Korea Utara telah melakukan provokasi militer di masa lalu untuk menguji pendekatan Washington atau menarik perhatiannya ketika pemerintahan baru AS mulai menjabat. Presiden terpilih Joe Biden akan dilantik pada 20 Januari.

Biden telah menyerukan diplomasi berprinsip yang mendukung diskusi tingkat kerja atas diplomasi "top-down" Presiden Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yang menunjukkan bahwa pembicaraan nuklir dapat bergerak lebih lambat.

"Pembentukan jajaran kebijakan luar negerinya dan pendekatan kebijakan dasar Biden menunjukkan jelas bahwa pemerintah akan mengubah 180 derajat ke metode bottom-up berdasarkan pertemuan tingkat kerja, sebagai lawan dari metode top-down," kata Asan Institute for Policy Studies dalam perkiraan 2021 tentang urusan internasional.

"Oleh karena itu, Korea Utara akan mempertimbangkan untuk memainkan kartu peluncuran ICBM dalam langkah putus asa untuk memecahkan kebuntuan yang bisa menjadi lebih serius daripada di bawah pemerintahan Trump," katanya.

Pembicaraan denuklirisasi antara Amerika Serikat dan Korea Utara tetap macet setelah KTT Trump-Kim di Hanoi pada awal 2019 tidak menghasilkan kesepakatan.

Namun lembaga pemikir tersebut memperkirakan bahwa Korea Utara dapat menguji coba rudal balistik yang diluncurkan kapal selam (SLBM) atau rudal jarak pendek terlebih dahulu untuk melihat reaksi Washington sebelum memutuskan apakah akan meluncurkan ICBM di paruh kedua.

Skenario lain adalah bahwa Korea Utara dapat meluncurkan ICBM dari awal untuk merusak prinsip-prinsip diplomasi Biden dan berusaha untuk diakui sebagai negara bersenjata nuklir, katanya.

"Sementara skenario pertama tampaknya lebih mungkin mengingat bahwa Korea Utara tetap diam sejak pemilihan Biden, itu akan tergantung pada seberapa mendesak dan putus asa Korea Utara dalam menangani krisis saat ini," kata laporan itu, melansir Yonhap. (yhp/ip)

 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top