-->

Korea Selatan Investasikan Lebih dari 150 Miliar Won untuk Penelitian Iklim Tahun 2021

Kementerian Sains dan TIK mengatakan akan berinvestasi dalam 30 proyek penelitian iklim dan lingkungan baru tahun depan, seperti mengalokasikan 3,6 miliar won ke dalam empat proyek yang mengembangkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi energi di gedung.


Foto: Pensions & Investments


SEOUL, IPHEDIA.com - Korea Selatan pada Rabu mengatakan akan menghabiskan 150,1 miliar won (US $ 137,8 juta) untuk penelitian iklim dan lingkungan tahun depan, naik 12,9 persen dari tahun ini untuk meningkatkan upaya negara tersebut menjadi karbon netral pada tahun 2050.

Kementerian Sains dan TIK mengatakan akan berinvestasi dalam 30 proyek penelitian iklim dan lingkungan baru tahun depan, seperti mengalokasikan 3,6 miliar won ke dalam empat proyek yang mengembangkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi energi di gedung.

Korea Selatan baru-baru ini berencana untuk menjadi netral karbon pada tahun 2050 dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya yang menghasilkan emisi karbon tinggi.

Kementerian tersebut, melansir Yonhap, mengatakan akan fokus pada penelitian sumber energi baru, berkomitmen 14,1 miliar won tahun depan ke dalam proyek yang meneliti cara untuk memproduksi dan menyimpan hidrogen dengan aman.

Kemudian, akan menginvestasikan 34,6 miliar won untuk meneliti proyek terkait energi terbarukan, seperti sel surya dan baterai yang dapat diisi ulang.

Kementerian menambahkan akan memberikan 18 miliar won guna penelitian sumber debu halus dan teknologi untuk pengurangannya.

Pada akhir 2019, batu bara menyumbang 40,4 persen dari pembangkit listrik negara, diikuti oleh tenaga nuklir sebesar 25,9 persen dan gas alam cair sebesar 25,6 persen. (yhp/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top