Korea Selatan dan Prancis Dukung Multilateralisme Atasi Dampak Pandemi

"Tahun ini, kedua negara telah bekerja sama secara mendalam dalam kerangka kerja multilateral, seperti Kelompok 20 dan OECD, untuk mempromosikan perjalanan produk, layanan, dan tenaga kerja meskipun ada pandemi Covid-19," kata Menteri Perdagangan Yoo Myung-hee.


Foto: The Korea Herald


SEOUL, IPHEDIA.com - Korea Selatan dan Prancis pada Jumat sepakat untuk terus mendukung multilateralisme atas proteksionisme guna mengatasi dampak ekonomi dari pandemi virus, dan memperluas kerja sama di berbagai bidang mulai dari vaksin hingga mobil ramah lingkungan.

"Tahun ini, kedua negara telah bekerja sama secara mendalam dalam kerangka kerja multilateral, seperti Kelompok 20 dan OECD, untuk mempromosikan perjalanan produk, layanan, dan tenaga kerja meskipun ada pandemi Covid-19," kata Menteri Perdagangan Yoo Myung-hee selama pertemuannya dengan mitranya dari Prancis, Franck Riester, di Seoul, melansir Yonhap.

Kedua kepala perdagangan tersebut mengakui bahwa pandemi Covid-19 telah memicu proteksionisme dalam perdagangan global, dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China yang masih menjadi ancaman.

"Kami juga berharap proyek bersama yang sedang berjalan dalam mengembangkan pengobatan Covid-19 dapat segera berkembang," tambah Yoo, seraya mengungkapkan harapan bahwa kedua negara juga dapat bergandengan tangan dalam memasok vaksin.

Cabang Institut Pasteur Korea Selatan dan Senegal telah bekerja sama sejak Maret untuk mengembangkan obat untuk Covid-19, bekerja sama dengan Prancis. Kedua negara membahas cara untuk merevitalisasi ekonomi yang terkena virus melalui industri digital dan lainnya.

Selain itu, Korea Selatan juga meminta Prancis memperluas dukungannya dalam membangun infrastruktur untuk mobil ramah lingkungan, seperti stasiun pengisian daya, yang menunjukkan bahwa industri tersebut telah tumbuh dengan cepat. (yhp/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top