-->

Korea Selatan dan Australia Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan dan Industri Terkait

Dalam dialog dengan Menteri Pertahanan Australia, Linda Reynolds, Menteri Pertahanan Korea Selatan, Suh Wook, mengucapkan terima kasih kepada para veteran Australia yang bertempur dalam Perang Korea 1950-1953.


Menteri Pertahanan Korea Selatan, Suh Wook (Foto: Yonhap)


SEOUL, IPHEDIA.com - Kepala pertahanan Korea Selatan dan Australia mengadakan pembicaraan telepon, Senin, dan membahas cara untuk meningkatkan pertukaran dan kerja sama di bidang pertahanan dan industri terkait, kata kementerian pertahanan Seoul.

Dalam dialog dengan Menteri Pertahanan Australia, Linda Reynolds, Menteri Pertahanan Korea Selatan, Suh Wook, mengucapkan terima kasih kepada para veteran Australia yang bertempur dalam Perang Korea 1950-1953.

Dia juga menyuarakan harapan untuk perkembangan lebih lanjut hubungan bilateral, karena tahun depan menandai ulang tahun ke-60 pembentukan hubungan diplomatik mereka.

Memperhatikan bahwa kedua negara telah mempertahankan kerja sama meskipun ada situasi virus corona baru, Suh dan Reynolds diharapkan memiliki peluang beragam untuk pertemuan tatap muka tingkat tinggi tahun depan, menurut kementerian, melansir Yonhap.

Pada 2021, Korea Selatan akan menjadi tuan rumah konferensi tingkat menteri PBB tentang operasi penjaga perdamaian. Konferensi tersebut dijadwalkan pada April, meskipun bisa ditunda hingga akhir tahun di tengah pandemi, kata para pejabat.

Seoul dan Canberra juga berencana untuk mengadakan putaran kelima pembicaraan para menteri luar negeri dan pertahanan tahun depan.

"Menteri Australia mengatakan bahwa negaranya secara positif meninjau kembali menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Penjaga Perdamaian PBB, dan akan memberikan kontribusi secara proaktif untuk pertemuan yang berhasil itu," kata kementerian itu dalam pernyataannya.

Suh juga meminta perhatian dan dukungan yang konsisten dari Reynolds untuk proyek pertahanan yang sedang berlangsung yang melibatkan kedua belah pihak.

Salah satu masalah yang tertunda tersebut adalah rencana pembelian kendaraan tempur infanteri baru Australia, di mana Redback oleh Hanwha Defense Co Korea Selatan adalah salah satu dari dua kandidat. (yhp/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top