-->

Kasus Penipuan, China Penjarakan 29 Warga Taiwan yang Dideportasi dari Spanyol

Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan orang Taiwan yang diduga melakukan penipuan telekomunikasi telah dideportasi ke China, terkadang secara paksa, dari negara-negara termasuk Kenya, Kamboja, dan Armenia, menurut pemerintah Taiwan.


Foto Dok: Xinhua via AP


BEIJING, IPHEDIA.com - Pengadilan Beijing menghukum 29 orang dari Taiwan yang telah dideportasi dari Spanyol hingga 14 tahun penjara pada Kamis dalam kasus penipuan telekomunikasi, kata media pemerintah, bagian dari serangkaian deportasi yang dicela oleh Taiwan sebagai pelecehan hak manusia.

Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan orang Taiwan yang diduga melakukan penipuan telekomunikasi telah dideportasi ke China, terkadang secara paksa, dari negara-negara termasuk Kenya, Kamboja, dan Armenia, menurut pemerintah Taiwan.

China telah membela deportasi tersebut, dengan mengatakan mereka dicurigai menipu orang China dan karenanya harus diadili di pengadilan China.

Dalam putusan terbaru, pengadilan Beijing memutuskan bahwa para tersangka telah menipu orang-orang yang tinggal di China dengan memanggil mereka dari markas mereka di Spanyol dan mengklaim sebagai pejabat penegakan hukum China, kata Beijing News.

Sebanyak 14 korban ditipu lebih dari 6,17 juta yuan ($ 941.985). China mengklaim secara demokratis dan terpisah memerintah Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, tanpa hak untuk diperlakukan sebagai negara.

Deportasi muncul dari kebijakan "satu China" di sebagian besar negara di mana mereka memelihara hubungan formal hanya dengan Republik Rakyat China daripada Taiwan, dan pemerintah memutuskan untuk mengirim mereka ke China untuk diadili.

Taiwan, seperti melansir Reuters, mengeluh tentang kurangnya proses hukum dan menyatakan keprihatinan tentang penganiayaan terhadap orang-orangnya di penjara China.

Pihak berwenang China telah berusaha untuk menahan lonjakan kejahatan telekomunikasi yang dikatakan telah menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar, dengan penelepon sering kali menyamar sebagai pejabat atau figur otoritas dan memangsa orang tua, pelajar, atau pengangguran.

Penipuan telah menyebar ke luar negeri, dengan penutur bahasa Mandarin yang direkrut di Taiwan, memulai operasi di Afrika Timur atau Asia Tenggara. (rts/ip)

 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top