-->

Kasal: Perairan Laut Indo Pasifik Perlu Penjagaan Ketat

Danlanal Lampung, Kolonel Laut (P) Nuryadi mengatakan, Bensam merupakan nama bersejarah yang diberikan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono saat menjabat sebagai Panglima Komando Armada I dengan arti Bensin Sampah.




PESAWARAN, IPHEDIA.com - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, perairan laut Indo Pasifik perlu penjagaan ketat oleh TNI AL.

"Dengan adanya Algi 1 akan menjadi tempat pelayanan internasional dan pengamanan kapal-kapal ilegal di laut," kata Kasal Laksamana TNI Yudo Margono saat meresmikan Dermaga Caligi Benteng Samudra (BenSam) TNI Angkatan Laut (Lanal) Lampung, Jumat.

Dermaga Caligi Bensam yang memiliki panjang 379 meter, lebar 12 meter, dengan jarak dari garis pantai sejauh 250 meter ini mulai dibangun sejak 2018.

Kasal mengatakan, Dermaga BenSam merupakan dermaga strategis. Sebab, fungsi dermaga ini sebagai adminstrasi logisitik personil TNI.

Karenanya, persyaratan yang belum lengkap ke depan di dermaga direncanakan akan di bangun kembali prasarana, sehingga bisa berfungsi dalam hal administrasi logistik.

Selain itu, Indo Pasifik di Selatan akan menjadi pertimbangan, bukan hanya untuk menjadi dermaga satuan-satuan tugas dan gugus tugas angkatan laut, tetapi juga bisa digunakan seluruh satuan yang di Lampung.

"Dermaga ini juga bisa digunakan emergensi evakuasi secara bersama-sama di daerah, seperti Polair dan Basarnas. Karena dalam penjagaan pantai dan laut, TNI tidak mungkin berjalan sendiri, tetapi harus berkordinasi dengan polri dan institusi lain," katanya.

Sementara, Danlanal Lampung, Kolonel Laut (P) Nuryadi mengatakan, Bensam merupakan nama bersejarah yang diberikan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono saat menjabat sebagai Panglima Komando Armada I dengan arti Bensin Sampah.

"Saat kami diberi tanggung jawab memimpin Lanal Lampung, nama tersebut akan kami abadikan menjadi Dermaga Caligi Benteng Samudra (BenSam)," ungkapnya. (rz/ed/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top