Kapal Tanker Minyak Korea Selatan Diperiksa Otoritas China

Otoritas China menghentikan kapal berbobot 9.000 ton yang membawa sekitar 20 orang itu, termasuk empat warga Korea Selatan, di perairan dekat Makau sekitar pertengahan bulan ini.


Foto Ilustrasi: AP


SEOUL, IPHEDIA.com - China menghentikan dan memeriksa kapal tanker minyak dan kimia berbendera Korea Selatan karena alasan yang tidak ditentukan awal bulan ini, kata kementerian luar negeri pada Kamis.

Terkait hal ini, kementerian luar negeri Korea Selatan menepis laporan berita bahwa kapal itu diduga terlibat dalam pengiriman minyak dari kapal ke kapal secara ilegal ke Korea Utara.

Otoritas China menghentikan kapal berbobot 9.000 ton yang membawa sekitar 20 orang itu, termasuk empat warga Korea Selatan, di perairan dekat Makau sekitar pertengahan bulan ini. Kapal yang dirilis akhir pekan lalu itu sedang dalam perjalanan ke Korea Selatan.

Sebelumnya pada hari itu, surat kabar Chosun Ilbo melaporkan bahwa penjaga pantai Tiongkok telah menyita kapal tersebut karena dicurigai telah menjual minyak ke Korea Utara dalam transfer kapal-ke-kapal yang dilarang di bawah rezim sanksi Dewan Keamanan PBB.

"Baru-baru ini, sebuah kapal berbendera Korea Selatan telah diperiksa oleh otoritas China di perairan dekat China, tetapi telah dipastikan bahwa itu tidak ada hubungannya dengan sanksi terhadap Korea Utara," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

"Pihak China juga belum mengangkat tuduhan pelanggaran sanksi kapal," tambahnya, melansir Yonhap


Pemerintah Seoul diharapkan untuk memeriksa lebih lanjut mengapa kapal itu berada di bawah pengawasan hukum China. (yhp/ip)

 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

Back to Top