-->

Gubernur Sumsel: Pelaku Usaha Tetap Butuh Bimbingan dan Edukasi

"Para pelaku usaha harus dibimbing dan terus diedukasi bagaimana cara melanjutkan usaha dan kita harus tahu ke mana arahnya dan model usaha apa yang harus dilakukan," kata HD pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Sumatera Selatan Tahun 2020 di Ballroom Arista Hotel.


Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru (HD)

PALEMBANG, IPHEDIA.com - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru (HD) mengatakan, para pelaku usaha di Sumatera Selatan harus dibimbing dan terus diedukasi agar tetap melanjutkan usahanya.

"Para pelaku usaha harus dibimbing dan terus diedukasi bagaimana cara melanjutkan usaha dan kita harus tahu ke mana arahnya dan model usaha apa yang harus dilakukan," kata HD pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Sumatera Selatan Tahun 2020 di Ballroom Arista Hotel, Kamis.

Ia mengatakan, ada 600 pelaku usaha di Sumsel yang harus diajak serta membuat klaster. Karena tidak semua pelaku dapat diajak untuk mengetahui Hi-Tech.

"Dengan membuat klaster kita mengetahui apa keinginan para pelaku guna memacu mereka berkreasi dan terarah serta fokus dalam berusaha di samping menyalurkan kredit perbankan dari Pemprov Sumsel," imbuhnya

Sementara itu, Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan, Hari Widodo mengatakan, bahwa Bank Indonesia setiap jelang akhir tahun berjalan selalu menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI).

Pertemuan ini ditujukan guna menyampaikan pandangan mengenai kondisi perekonomian terkini, baik tantangan dan prospek ke depan serta arah kebijakan Bank Indonesia.

Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi Bank Indonesia kepada publik.

"PTBI menjadi ajang bergengsi yang dinanti oleh berbagai pemangku kepentingan untuk memahami pelajaran penting yang dapat diambil dari kondisi perekonomian satu tahun berjalan guna menentukan resolusi dan target ke depan," tutup Hari Widodo. (bud/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top