Gubernur Sumsel Dukung Pembangunan Sekolah Bidang Wirausaha

"Kita tahu Sumsel merupakan ikon UMKM di Indonesia dan kita mendukung program koperasi membuat sekolah wirausaha khususnya membangun UMKM guna kepentingan masyarakat banyak" ujar Gubernur Herman Deru. 




PALEMBANG, IPHEDIA.com - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru (HD), mendukung rencana Koperasi Hijau Indonesia Berdikari untuk membangun sekolah di bidang Wirausaha di daerah ini agar pendidikan UMKM di Sumsel semakin maju dan berkualitas.

"Kita tahu Sumsel merupakan ikon UMKM di Indonesia dan kita mendukung program koperasi membuat sekolah wirausaha khususnya membangun UMKM guna kepentingan masyarakat banyak" ujar Gubernur Herman Deru.

Hal itu disampaikannya saat menerima Audiensi Ketua Umum Pengurus Koperasi Hijau Indonesia Berdikari, Ade Zuchri, dan Ketua Cabang Koperasi Hijau Indonesia Berdikari Sumsel, Gusti Ayu, beserta jajarannya.

Kehadiran para Pengurus Koperasi Hijau Indonesia Berdikari tersebut dalam rangka silaturahmi serta mengajak kerja sama  Pemprov. Sumsel dengan pihak terkait Koperasi dan pendidikan Sekolah Wirausaha Sumsel (SWS) bertempat di Ruang Gubernur Sumsel, Jumat.

"Pada prinsipnya Pemprov Sumsel siap melayani Pengurus Koperasi Hijau Indonesia Berdikari dan mengakomodir apa yang perlu dibutuhkan agar kerja sama tetap terjalin baik dibidang UMKM," ujarnya.

Menurutnya, membuat sekolah khusus wirausaha untuk merealisasikannya butuh ide dan terobosan serta persiapan yang matang.

Tambah Deru, persiapkan tenaga pengajar, bagaimana cara pendanaannya serta yang tak kalah penting kualitas sekolah harus bermutu sehingga tamatannya nanti dapat berdikari setelah lulus sekolah.

"Tidak semudah yang kita bayangkan, tidak hanya butuh tekad tapi butuh adanya sponsor. Saran saya, perlu dan butuh proses yang panjang untuk merealisasikannya," tuturnya. (bud/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top