-->

Gubernur Sumatera Selatan Ajak Jaga Keseimbangan Alam dan Kelestarian Hayati

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumsel, kami mengajak semua pihak menjaga keseimbangan alam dan menjaga kelestarian keanekaragaman hayati," kata HD diwakili Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Najib.




PALEMBANG, IPHEDIA.com - Gubernur Sumsel, Herman Deru (HD), mengajak semua pihak untuk menjaga keseimbangan alam dan menjaga kelestarian keanekaragaman hayati yang ada di daerah ini.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumsel, kami mengajak semua pihak menjaga keseimbangan alam dan menjaga kelestarian keanekaragaman hayati," kata HD diwakili Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Najib.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan Go-Tampil (Gowes Tanam Pohon Peduli Lingkungan) dalam rangka memperingati hari menanam pohon Indonesia diselenggarakan Forum Koordinasi Pengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumsel di Halaman Depan Rumah Ibadah Jakabaring Sport City Palembang, Sabtu.

Ia mengatakan, Provinsi Sumatera Selatan memiliki daerah aliran sungai yang cukup luas, tersebar di kabupaten/kota dengan beragam hayati yang dimilikinya. "Sumsel ini memiliki daerah aliran sungai yang cukup luas," ungkapnya.

Dalam memperingati hari menanam pohon Indonesia ini melibatkan sekitar 35 instansi mencakup mitra Pemprov Sumsel dan Kota Palembang, seperti PT PLN wilayah S2JB serta Komunitas Peduli Pohon dan Komunitas Gowes.

Jenis pohon yang ditanam pada kegiatan tersebut, yaitu pohon pelindung dan buah-buahan dengan total yang ditanam hari ini sebanyak 600 pohon tanaman.

Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Pengelola DAS Sumsel, DR Syafrul Yunardi mengatakan, kegiatan ini memadukan beberapa aktivitas pertama gowes, lomba memasak, menanam pohon dan berbagai kegiatan lainnya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. (bud/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top