Geliatkan Perekonomian, Babel Bantu 9.817 UMKM Terdampak Covid-19

"Berdasarkan data dan koordinasi dengan pembina kabupaten/kota, UMKM yang terdampak Covid-19 hingga September mencapai 9.817 UMKM," kata Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah.


Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah


PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Untuk menumbuhkan dan menggerakkan perekonomian masyarakat yang terdampak Covid-19, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membantu sebanyak 9.817 usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah ini.

"Berdasarkan data dan koordinasi dengan pembina kabupaten/kota, UMKM yang terdampak Covid-19 hingga September mencapai 9.817 UMKM," kata Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah, Jumat.

Ia mengatakan, berkurangnya omset UMKM tersebut, antara lain karena adanya pembatasan aktivitas masyarakat, khususnya pemberlakuan jam berusaha. Selain membuat perkembangan UMKM mengalami penurunan, dampak pandemi Covid-19 ini juga tidak sedikit UMKM yang terpaksa menutup usahanya.

"Pendapatan UMKM mengalami penurunan cukup tinggi jika dibandingkan sebelum adanya pandemi Covid-19, sehingga mengakibatkan pengurangan pegawai UMKM tersebut," katanya.

Karenanya, pemerintah provinsi telah melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan kembali UMKM ini, di antaranya pemasaran secara digitalisasi, memfasilitasi UMKM untuk melakukan penjualan pada marketplace, baik berskala nasional maupun internasional.

Kemudian, melakukan promosi melalui media elektronik dan media online serta, melakukan pameran virtual guna memperkenalkan produk unggulan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selain itu, mendorong UMKM untuk meningkatkan daya saing melalui fasilitasi sertifikat halal, fasilitasi kemasan produk, bantuan alat pendukung produksi, mendekatkan pada akses pembiayaan serta menjalin kemitraan dengan lembaga lainnya untuk bersinergi dalam pengembangan UMKM.

Pemprov Babel juga menggali usaha-usaha baru yang berasal dari kearifan lokal yang selama ini belum tersentuh, contohnya pemanfaatan lidi nipah dari Kota Kapur yang saat ini sudah diekspor ke Nepal.

Untuk membuat kerajinan yang diorientasikan untuk kebutuhan lokal, nasional, dan ekspor dilakukan pelatihan produktivitas, pendampingan baik oleh pembina KUKM, menyediakan konsultan PLUT, PPKL, dan pendamping pasca pelatihan.

Selanjutnya, sosialisasi dan mendorong UMKM agar dapat memanfaatkan kebijakan pemerintah pusat melalui program dan kegiatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar 2,4 juta, hingga mengimbau seluruh ASN untuk membeli produk UMKM Bangka Belitung. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top