-->

BNNP Lampung Ungkap Sindikat Peredaran Sabu Lintas Provinsi Jaringan Lapas

Sabu sebanyak 3 bungkus seberat 3 kilogram tersebut dibawa kurir menggunakan kendaraan Toyota Avanza warna hitam Nopol BD 1383 CA dari Medan, Sumatera Utara, menuju Bandarlampung, Lampung. 




BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung mengungkap sindikat peredaran sabu seberat 3 kilogram jaringan Lapas Kelas I A Bandarlampung di Rajabasa, Provinsi Lampung.

"Informasi kami dapatkan dari masyarakat tentang adanya dugaan pengiriman narkotika jenis sabu," kata Kabag Umum BNNP Lampung, Rohmansyah, mendampingi Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Jafriedi, Selasa.

Ia mengungkapkan, dalam kasus ini pihaknya mengamankan kurir pengantar sabu, masing-masing Usman Hakim (41), warga Kota Kisaran Timur, Sumatera Utara dan Yudi Harary (41), warga Ratu Agung, Kota Bengkulu, Bengkulu.

Sabu sebanyak 3 bungkus seberat 3 kilogram tersebut dibawa kurir menggunakan kendaraan Toyota Avanza warna hitam Nopol BD 1383 CA dari Medan, Sumatera Utara, menuju Bandarlampung, Lampung.

Barang bukti itu saat digeledah dan didapati petugas pada Jumat, 11 Desember 2020 di Rest Area KM 215 Tol Kayuagung-Bakauheni, Tulangbawang Barat, Lampung, berada di pijakan kaki penumpang depan sebelah kiri. Tas temuan itu, kedua pelaku langsung dibekuk petugas.

Dari hasil pengembangan kasus ini, petugas juga mengamankan lagi empat orang sebagai kurir penerima Iskandar alias Eko (29) warga Desa Kejadian, Tegineneng, Pesawaran, Lampung.

Kemudian, mereka yang terlibat lainnya, yakni tiga warga binaan Lapas Kelas I A Rajabasa Bandarlampung, masing-masing Faisol Tanjung (23), warga Kejadian Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, Ahmad Affan (45) warga Kelurahan Seunibong, Langsa, Aceh dan Mustafa Kamal (44), warga Peurelak Barat, Aceh Timur, Aceh. (rz/ed/ip)

 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top