-->

AS Berlakukan Sanksi Terhadap Perusahaan China Terkait Venezuela

Departemen Keuangan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perusahaan China mendukung pemerintah sayap kiri Maduro dalam upayanya membatasi layanan internet dan melakukan pengawasan digital dan operasi dunia maya terhadap lawan politik.


Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin (Foto: Reuters via Nasdaq)


WASHINGTON, IPHEDIA.com - Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap perusahaan China, China National Electronics Import & Export Corporation (CEIEC), dan menuduhnya mendukung upaya Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, untuk merusak demokrasi.

Departemen Keuangan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perusahaan China mendukung pemerintah sayap kiri Maduro dalam upayanya membatasi layanan internet dan melakukan pengawasan digital dan operasi dunia maya terhadap lawan politik.

"Amerika Serikat tidak akan ragu untuk menargetkan siapa pun yang membantu menekan keinginan demokratis rakyat Venezuela dan lainnya di seluruh dunia," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam pernyataan itu, Senin waktu setempat.

Sementara, Kementerian Luar Negeri Venezuela menyebut langkah itu ilegal dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tindakan itu ditujukan untuk mengisolasi negara dan menimbulkan kesulitan bagi penduduk Venezuela.

Rakyat Venezuela telah mengatakan selama bertahun-tahun bahwa komputer dan ponsel mereka tidak dapat mengakses situs web tertentu yang terkait dengan oposisi atau beberapa kantor berita lokal yang secara terbuka mengkritik pemerintah.

Mereka yang menggunakan layanan broadband yang disediakan oleh penyedia telekomunikasi yang dikelola negara, Perusahaan Telepon Nasional Venezuelan (CANTV), umumnya yang paling terpengaruh, tetapi pengguna layanan swasta juga menghadapi pembatasan.

Petugas kesehatan yang mendaftar tahun ini untuk menerima pembayaran bonus melalui pemimpin oposisi Juan Guaido harus melakukannya melalui layanan VPN karena situs yang dibuat oleh tim Guaido diblokir, menurut peserta program.

Departemen Keuangan mengatakan CEIEC telah mendukung pemerintah Maduro sejak 2017 dan telah memberikan perangkat lunak, pelatihan, dan keahlian teknis kepada entitas pemerintah Venezuela, termasuk CANTV, melansir Reuters.

Washington pada Januari 2019 mengakui politisi Venezuela Guaido sebagai pemimpin sah negara OPEC dan telah meningkatkan sanksi dan tekanan diplomatik setelah terpilihnya kembali Maduro pada 2018, yang secara luas digambarkan sebagai penipuan.

Maduro tetap berkuasa, didukung oleh militer Venezuela serta Rusia, China, dan Kuba. Tindakan Senin membekukan aset AS dari perusahaan China dan umumnya melarang orang Amerika untuk menanganinya.

Selain itu, Departemen Keuangan juga mengeluarkan lisensi yang mengesahkan penghentian transaksi dengan perusahaan China hingga 14 Januari. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top