-->

Anggota Parlemen 18 Negara Desak HK Campur Tangan dalam Kasus Penahanan China

Pihak berwenang China mengatakan pekan lalu anggota kelompok itu menghadapi dakwaan penyeberangan perbatasan ilegal dan mengatur penyeberangan perbatasan ilegal, yang bisa dijatuhi hukuman hingga tujuh tahun penjara.


Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam (foto: Reuters)


HONG KONG, IPHEDIA.com - Lebih dari 150 anggota parlemen dari 18 negara telah meminta pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, untuk turun tangan guna menjamin keadilan bagi 12 orang, yang termuda berusia 16 tahun, yang telah ditahan di China daratan ketika mencoba melarikan diri dari kota itu dengan kapal.

Ke-12 orang tersebut, yang semuanya menghadapi dakwaan di Hong Kong terkait dengan protes anti-pemerintah, telah ditahan hampir tanpa komunikasi di penjara daratan sejak mereka ditahan di laut pada 23 Agustus saat mencoba mencapai pulau demokratis Taiwan.

Pihak berwenang China mengatakan pekan lalu anggota kelompok itu menghadapi dakwaan penyeberangan perbatasan ilegal dan mengatur penyeberangan perbatasan ilegal, yang bisa dijatuhi hukuman hingga tujuh tahun penjara.

"Dalam peran Anda sebagai Kepala Eksekutif, Anda berkewajiban untuk menengahi atas nama orang-orang muda ini untuk memastikan bahwa mereka dijamin mendapatkan keadilan," kata anggota parlemen dalam surat yang dirilis Selasa malam waktu setempat, melansir Reuters.

“Terus gagal melakukannya akan berarti melepaskan tanggung jawab besar Anda untuk melayani rakyat Hong Kong dan memastikan kesejahteraan dan keselamatan mereka.”

Ke-12 orang itu harus segera dikembalikan ke Hong Kong, diizinkan untuk mencalonkan perwakilan resmi dan diberi akses ke keluarga mereka, kata mereka dalam surat itu.

Pemimpin Hong Kong Lam mengatakan ke-12 orang itu harus menghadapi keadilan di daratan dan bahwa pemerintahnya akan memberi mereka bantuan yang dibutuhkan dan layak.

Kelompok hak asasi manusia dan aktivis demokrasi telah menyatakan ketakutan atas kondisi dan perlakuan terhadap 12 orang tersebut, dengan keluarga dan pengacara untuk mereka ditolak aksesnya.

Otoritas China bersikeras kelompok itu diwakili oleh pengacara yang ditunjuk secara resmi. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top