-->

Tersangka Dalang Pembantaian Wanita dan Anak-anak di Meksiko Ditangkap

Tersangka pembunuh bayaran kartel narkoba menembak mati tiga wanita dan enam anak dari keluarga asal Mormon di negara bagian perbatasan Meksiko utara Sonora pada siang hari pada 4 November 2019, memicu kemarahan di Meksiko dan Amerika Serikat.


Foto: Reuters via US News & World Report


MEXICO, IPHEDIA.com - Meksiko menangkap seorang pemimpin geng yang dituduh sebagai dalang di balik pembantaian sembilan wanita dan anak-anak asal AS-Meksiko.

Tersangka pembunuh bayaran kartel narkoba menembak mati tiga wanita dan enam anak dari keluarga asal Mormon di negara bagian perbatasan Meksiko utara Sonora pada siang hari pada 4 November 2019, memicu kemarahan di Meksiko dan Amerika Serikat.

"Pada hari Senin, pasukan keamanan menahan Roberto Gonzalez, yang dikenal sebagai "32", di negara bagian utara Chihuahua, bersama dengan dua tersangka anggota organisasi kriminal lainnya, La Linea," kata kantor jaksa agung federal pada Rabu waktu setempat. Mereka menuduh Gonzalez sebagai arsitek intelektual pembantaian itu.

“Masih banyak yang harus diklarifikasi tentang apa yang terjadi, tetapi setidaknya penangkapan ini merupakan kemajuan dalam kasus ini,” kata Adrian LeBaron, yang kehilangan seorang putri dan tiga cucu dalam serangan itu.

Setelah serangan itu, Presiden AS, Donald Trump, menyerukan Amerika Serikat dan Meksiko untuk melakukan perang terhadap kartel dan memperingatkan bahwa dia akan menunjuk mereka sebagai kelompok teroris. Dia kemudian mundur dari ancaman itu.

Penangkapan baru menyusul periode ketegangan bilateral yang meningkat terkait dengan penangkapan mantan Menteri Pertahanan Meksiko Salvador Cienfuegos di Los Angeles.

Penyelidikan multi-tahun dan kasus terhadap jenderal bintang empat itu dibatalkan pekan lalu dalam keputusan yang luar biasa yang menurut jaksa AS diperlukan untuk memastikan kerja sama keamanan bilateral.

Duta Besar AS untuk Meksiko, Christopher Landau, memberi selamat kepada pasukan keamanan Meksiko atas penangkapan baru tersebut. “Kerja sama yang sangat baik antara otoritas di kedua negara. Akan ada keadilan! " tulisnya di Twitter, melansir Reuters. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top