Team Tekab 308 Polres Lamteng Ringkus DPO Pelaku Curas

Saat itu, pelaku bersama kawannya menghadang korban di jalan tengah persawahan (Bulakan) di Kampung Bangunrejo ketika akan pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat.




GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Team Anti Bandit 308 Polres Lampung Tengah menangkap DPO pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) berinisial RWN (33) di rumahnya, di Kampung Komeringputih, Kecamatan Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lampung Tengah, AKP Yuda Wiranegara, SH, S.Ik., mengatakan, sebelumnya telah dilakukan penggerebekan namun yang bersangkutan tidak ada di tempat dan hanya ada barang bukti milik korban, berupa satu unit motor Honda Beat warna merah putih.

"Setelah dilakukan penyelidikan kembali ternyata pelaku RWN ada di rumah, maka pada Rabu, 4 November 2020, langsung kita lakukan penangkapan dan tidak ada perlawanan," ujar AKP Yuda Wiranegara, Kamis.

Penangkapan terhadap pelaku ini berdasarkan laporan korbannya Sendi Aulia (21) warga Kampung Bangunrejo, Kecamatan Bangunrejo, Lampung Tengah.

Peristiwa pencurian dengan kekerasan ini terjadi pada Sabtu, 17 November 2018 lalu. Saat itu, pelaku bersama kawannya menghadang korban di jalan tengah persawahan (Bulakan) di Kampung Bangunrejo ketika akan pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat.

Korban diancam pelaku menggunakan senjata api. Karena takut dan korban tidak bisa berbuat apa-apa, akhirnya sepeda motor Honda Beat miliknya berikut satu unit HP merk Lenovo diambil paksa dan dibawa kabur oleh pelaku.

"Saat ini, pelaku RWN sudah dibawa ke Polres Lampung Tengah," terang AKP Yuda Wiranegara.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku RWN dijerat dengan pasal pencurian dengan kekerasan, yakni Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman dua belas tahun penjara. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top