Takut Gaduh, Sekwan Batasi Jumlah Wartawan Meliput Paripurna Pilwabup Mesuji

Pihak sekretariat DPRD setempat sengaja hanya mengundang perwakilan dari masing-masing organisasi 1 orang saja dengan alasan demi menjaga situasi dan kondisi keamanan tetap kondusif. Padahal, semestinya hajat sebesar itu wajib diketahui publik dan diliput oleh berbagai media massa, baik media cetak, elektronik dan televisi.


Foto: Muslim / IPHEDIA.com


MESUJI, IPHEDIA.com - Sungguh miris apa yang dilakukan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, terhadap insan pers di Bumi Ragab Begawe Caram pada saat akan meliput kegiatan Rapat Paripurna Pemilihan Wakil Bupati (Pilwabup) Mesuji Sisa Masa Jabatan 2017-2022, bertempat di gedung dewan setempat, Desa Wiralaga Mulya, Kecamatan Mesuji, Selasa.

Pasalnya, pihak sekretariat DPRD setempat sengaja hanya mengundang perwakilan dari masing-masing organisasi 1 orang saja dengan alasan demi menjaga situasi dan kondisi keamanan tetap kondusif. Padahal, semestinya hajat sebesar itu wajib diketahui publik dan diliput oleh berbagai media massa, baik media cetak, elektronik dan televisi.

Menanggapi Hal itu, Dewan Penasehat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mesuji, Juan Situmeang, angkat bicara. Dia mengatakan, bahwa sebelumnya telah mengupayakan agar seluruh rekan media bisa masuk ke gedung dewan untuk meliput kegiatan tersebut dengan berkoordinasi kepada pihak sekretariat DPRD melalui Kepala Bagian Humas Rustam Hadi.

Akan tetapi, jawaban dari Kabag Humas DPRD Mesuji, Rustam Hadi, tidak bisa memberikan keputusan bahkan dirinya tidak tahu jika polanya seperti itu. Namun, setelah terjadi perdebatan, akhirnya pihak sekretariat dewan memperbolehkan enam orang rekan media untuk masuk.

"Kita tidak akan masuk kedalam, jika semua rekan media yang ada di luar ini tidak boleh masuk untuk meliput. Jika hanya 6 orang untuk apa? Sedangkan diluar sini puluhan rekan media hanya terdiam di luar gedung seperti tidak ada gunanya," kata Juan.

Senada dengan Juan, Apriadi Sekretaris PWI Mesuji juga menegaskan jika dirinya pun tidak akan masuk ke dalam gedung dewan kendati mendapat undangan dari DPRD Mesuji mewakili PWI. Sebab, menurut dia, di dalam organisasi profesi jurnalis PWI, tidak hanya ada media cetak, elektronik, tapi ada media televisi yang tergabung.

"Nah, rekan-rekan media televisi ini kan perlu juga untuk masuk ke dalam gedung meliput langsung kegiatan itu. Hal ini sebenarnya yang tidak perlu dilakukan oleh pihak Sekretariat DPRD, dengan membatasi jumlah awak media yang meliput, dengan alasan yang menurut kami tidak masuk akal," tandasnya. (Muslim/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top