Setelah Ethiopia Umumkan Kemenangan, Roket Menghantam Ibu Kota Eritrea

Serangan itu menandai ketiga kalinya Asmara diserang dari Tigray sejak operasi militer dimulai di sana pada 4 November. TPLF membenarkan serangan itu dengan menuduh Ethiopia meminta dukungan militer Eritrea untuk kampanyenya di Tigray, yang dibantah Ethiopia.


Foto: AFP via France 24


ADDIS ABABA / NAIROBI, IPHEDIA.com - Roket yang diluncurkan dari wilayah Tigray utara Ethiopia kembali menghantam ibu kota Eritrea, kata diplomat pada Minggu, ketika kedutaan besar AS di Asmara melaporkan enam ledakan di kota itu.

Ledakan yang menurut kedutaan terjadi sekitar jam 10 Sabtu malam (19:00 GMT) waktu setempat terjadi beberapa jam setelah Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed, menyatakan kemenangan dalam kampanye militernya melawan partai berkuasa Tigray, Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Serangan itu menandai ketiga kalinya Asmara diserang dari Tigray sejak operasi militer dimulai di sana pada 4 November. TPLF membenarkan serangan itu dengan menuduh Ethiopia meminta dukungan militer Eritrea untuk kampanyenya di Tigray, yang dibantah Ethiopia, melansir Aljazeera.

Dua diplomat yang bermarkas di Addis Ababa mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa beberapa roket yang ditembakkan Sabtu malam tampaknya menghantam bandara dan instalasi militer Asmara, meskipun seperti serangan sebelumnya, tidak jelas di mana mereka mendarat dan kerusakan apa yang mungkin ditimbulkannya.

Eritrea adalah salah satu negara paling tertutup di dunia, dan pemerintah belum berkomentar tentang tembakan roket tersebut. TPLF menganggap Eritrea, yang memiliki hubungan hangat dengan Abiy, sebagai musuh bebuyutan.

Abiy, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu, menyatakan pada Sabtu malam bahwa operasi militer di Tigray telah "selesai" setelah tentara mengklaim kendali atas ibu kota daerah Mekelle.

TPLF mengatakan akan menarik diri dari Mekelle dan berjanji untuk terus bertempur selama pasukan pro-Abiy memiliki segala jenis kehadiran di Tigray, dan para analis memperingatkan pihaknya dapat mengubah persneling untuk mengadopsi taktik gaya pemberontakan.

Ribuan orang tewas dalam pertempuran itu dan puluhan ribu pengungsi mengalir melintasi perbatasan ke Sudan. (alj/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top