Roket Jatuh di Zona Hijau Baghdad, Satu Anak Tewas dan Lima Terluka

Sebuah pernyataan militer mengatakan bahwa tujuh roket Katyusha ditembakkan, empat jatuh di dalam Zona Hijau dan tiga di luar, yang menewaskan seorang anak dan melukai lima orang.




BAGHDAD, IPHEDIA.com - Empat roket Katyusha mendarat di Zona Hijau yang dijaga ketat di Baghdad dan para pejabat keamanan mengatakan serangan itu menargetkan kedutaan AS, kata polisi Irak dan sumber keamanan pada Selasa waktu setempat.

Sirene menggelegar dari kedutaan di dalam zona itu, yang menampung gedung-gedung pemerintah dan misi asing. Satu sumber keamanan menyebutkan, setidaknya empat roket ditembakkan dan beberapa di antaranya mendarat di dekatnya.

Sebuah pernyataan militer mengatakan bahwa tujuh roket Katyusha ditembakkan, empat jatuh di dalam Zona Hijau dan tiga di luar, yang menewaskan seorang anak dan melukai lima orang.

Militer mengatakan sebelumnya empat roket ditembakkan dari distrik timur ibu kota, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. Rekaman dari militer menunjukkan peluncur roket dipasang di bagian belakang truk mini yang dibakar.

Dua sumber diplomatik yang berbasis di dalam Zona Hijau mengatakan mereka mendengar sistem anti-roket dipasang untuk mempertahankan kedutaan AS. Salah satu sumber mengatakan ledakan mengguncang gedung.

Para pejabat AS menyalahkan milisi yang didukung Iran atas serangan roket rutin terhadap fasilitas AS di Irak, termasuk di dekat kedutaan di Baghdad. Tidak ada kelompok yang didukung Iran yang mengklaim bertanggung jawab.

Sederet kelompok milisi Irak yang didukung Iran mengumumkan pada Oktober bahwa mereka telah menangguhkan serangan roket terhadap pasukan AS dengan syarat bahwa pemerintah Irak memberikan jadwal untuk penarikan pasukan Amerika.

Seorang juru bicara Kataib Hezbollah, salah satu kelompok milisi paling kuat yang didukung Iran di Irak, mengatakan kelompok itu tidak memberikan tenggat waktu yang ditentukan, tetapi jika pasukan AS bersikeras untuk tetap tinggal, mereka akan melancarkan serangan yang jauh lebih keras.

Pengumuman tentang penghentian serangan roket dibuat setelah Washington, yang perlahan-lahan mengurangi 5.000 tentaranya di Irak, mengancam akan menutup kedutaannya kecuali pemerintah Irak mengendalikan milisi yang berpihak pada Iran.

Serangan Selasa bisa menjadi tanda bahwa milisi yang didukung Iran telah memutuskan untuk melanjutkan serangan di pangkalan AS, sebuah langkah yang memberi lebih banyak tekanan pada Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi dan upayanya untuk menahan kelompok tersebut, demikian melansir Reuters. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top