-->

Polres Lamteng Gelar Simulasi Pengamanan Pemungutan Suara

Kegiatan simulasi ini dilaksanakan di TPS Semongko Polres setempat di Jalan Negara No 01 Gunungsugih, dipimpin langsung oleh Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., didampingi Kabag Ops Kompol Juli Sundara, A.Md.




GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Polres Lampung Tengah telah menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan surat suara pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung 2020.

Kegiatan simulasi ini dilaksanakan di TPS Semongko Polres setempat di Jalan Negara No 01 Gunungsugih, dipimpin langsung oleh Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., didampingi Kabag Ops Kompol Juli Sundara, A.Md.

Dalam kondisi pandemi Covid 19, simulasi baik petugas KPPS maupun petugas pengamanan tetap menggunakan pakaian APD, seperti sarung tangan dan alat pengukur suhu tubuh (thermogun).

Kabag Ops Kompol Juli Sundara, mengatakan, simulasi tersebut mencontohkan pemilih yang datang ke TPS langsung mencuci tangan dengan sabun dan di semprot handsanitizer yang telah disediakan, selanjutnya dikeringkan (dilap dengan ditisu) dan pemilih diukur suhu tubuhnya oleh petugas KPPS.

Kemudian, pemilih menyerahkan blangko C 6 dan KTP ke petugas KPPS untuk didata  sebagai pemilih. Setelah itu, pemilih juga diberi sarung tangan dan masker oleh petugas KPPS apabila tidak membawa masker dan dipersilahkan menunggu di tempat yang disediakan dengan tetap menjaga jarak.

Sesuai dengan nomor antrian, pemilih dipanggil oleh petugas KPPS dan diberikan surat suara untuk mencoblos di bilik suara yang telah disediakan. Usai melakukan pencoblosan, pemilih memasukan surat suara ke dalam kotak suara dan pemilih keluar diberi tanda tinta.

Apabila ditemukan pemilih yang suhu tubuhnya melebihi 37,5 C maka petugas menyediakan bilik suara khusus dengan tetap melaksanakan pencoblosan serta dalam pengawalan petugas medis setelah selesai melakukan pencoblos pemilih dibawa langsung ke rumah sakit untuk  pencegahan Covid-19," jelas Juli Suhendra.

Sementara itu, Ketua KPU Lampung Tengah,  Irawan Indrajaya, juga memberikan penjelasan apabila pemilih tidak membawa kartu model C6 diharuskan membawa KTP asli sesuai dengan PKPU 18 tahun 2020 atau PKPU 19 tahun 2020. "Hal seperti ini juga dipahami oleh setiap petugas KKPS," katanya.

Dalam kegiatan ini, juga memperagakan simulasi apabila dalam perhitungan ada salah satu saksi calon yang tidak puas dengan perhitungan suara dan akan memaksa minta menghitung ulang dan apabila tidak dipenuhi akan mengerahkan massa, maka petugas pengaman segera menghubungi Kabag Ops Polres Lamteng.

Selanjutnya, Kabag Ops akan menurunkan tim negosiator dan tim Dalmas lengkap dengan dengan baju APD dan sarung tangan. Tujuanya tirurunkan tim negosiator tersebut untuk memberikan himbuan ke salah satu perwakilan saksi yang tidak puas tadi bernegosiasi mencari solusi yang terbaik.

Dalam simulasi tersebut, Kapolres Lamteng, juga memberikan penekan kepada petugas KPPS dan pengamanan untuk tetap mengingatkan ke pemilih untuk tetap mematuhi protol kesehatan 3 M + 1T, seperti mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan masker serta menjaga jarak aman 1 sampai 2 meter physical distancing, dan tidak berkerumun dalam pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020.

Selain itu, kata AKBP Popon, petugas pengaman jangan ragu–ragu dalam bertindak sesuaikan dengan SOP yang ada. "Jadi, kegiatan simulasi ini, sebagai acuan di hari pencoblosan pada 9 Desember mendatang. Diharapkan pilkada di Lampung Tengah tetap aman, damai, sejuk dan sehat," tegasnya.

Kegiatan simulasi ini, telah dihadiri Ketua KPU Lampung Tengah Irawan Indra Jaya, S.Km, dari Kodim 0411/LT diwakili oleh Serma Subagio dan seluruh PJU  Polres Lamteng, jajaran Kapolsek se-Polres Lampung Tengah, PPK Gunungsugih Dwica Sukmana, KPPS Gunungsugih Raya, Haryadi, dan anggota Linmas lainnya. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top