Polisi Tangkap 155 Pendemo dalam Protes Anti-Lockdown di London

Polisi mengatakan penangkapan dilakukan untuk berbagai pelanggaran, termasuk menyerang seorang petugas polisi, kepemilikan obat-obatan dan melanggar batasan virus corona.


Foto: Deccan Herald


LONDON, IPHEDIA.com - Polisi di London telah melakukan 155 penangkapan ketika mereka mencoba membubarkan protes anti-lockdown dan anti-vaksin.

Polisi mengatakan penangkapan dilakukan untuk berbagai pelanggaran, termasuk menyerang seorang petugas polisi, kepemilikan obat-obatan dan melanggar batasan virus corona. Penguncian Inggris saat ini berakhir pada 2 Desember.

Sebelumnya, polisi berbaris di sejumlah jalan di distrik perbelanjaan West End pusat London dan menghadapi kerumunan pengunjuk rasa di St James's Park, dekat Westminster, Sabtu waktu setempat.

Para pengunjuk rasa anti-lockdown bergabung dengan kelompok-kelompok yang menentang vaksin Covid-19, melansir Reuters.

Seorang petugas polisi memperkirakan para pengunjuk rasa, yang mengangkat tanda di antaranya bertuliskan "Pertahankan Kebebasan, Pertahankan Kemanusiaan", "Tidak ada lagi kebohongan, tidak ada lagi masker, tidak ada lagi lockdown", berjumlah antara 300 dan 400.

Polisi Metropolitan London mengatakan mereka telah mencegat dan mengendalikan orang-orang yang ingin bergabung dengan demonstrasi.

"Rencana kepolisian kami akan berlanjut hingga malam dan saya akan mendesak siapa pun yang belum bubar untuk pulang," kata kepala pengawas Stuart Bell dalam pernyataannya. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top