Polisi Austria Tangkap 14 Orang dalam Perburuan Pria Bersenjata Pelaku Teror

Pria bersenjata itu, yang dibunuh oleh polisi beberapa menit setelah melepaskan tembakan di bar yang ramai pada Senin, telah dibebaskan dari penjara kurang dari setahun yang lalu.




VIENNA, IPHEDIA.com - Polisi Austria menggerebek 18 properti dan menangkap 14 orang kemungkinan kaki tangan seorang jihadis yang menembak mati empat orang dan melukai 22 lainnya dalam amukan larut malam di pusat kota Wina dalam perburuan besar-besaran pada Selasa waktu setempat.

Pria bersenjata itu, yang dibunuh oleh polisi beberapa menit setelah melepaskan tembakan di bar yang ramai pada Senin, telah dibebaskan dari penjara kurang dari setahun yang lalu. Dia diidentifikasi sebagai Kujtim Fejzulai, seorang Austria berusia 20 tahun yang juga berkewarganegaraan Makedonia Utara.

Itu adalah serangan militan pertama di Wina dalam satu generasi, dan pemerintah berjanji akan mengambil tindakan tegas.

"Kami akan mempertahankan nilai-nilai fundamental kami, cara hidup kami dan demokrasi kami dengan segenap kekuatan kami," kata Kanselir Sebastian Kurz dalam pidato nasional tentang apa yang dia sebut sebagai serangan teror.

“Kami akan mencari dan memburu para pelaku, mereka yang berada di balik ini dan rekan-rekannya dan memberikan hukuman yang adil, dan kami akan mengejar semua orang yang ada hubungannya dengan kemurkaan ini dengan semua cara yang tersedia," tambahnya.

Polisi Swiss juga menangkap dua pria pada Selasa di dekat Zurich dalam penyelidikan kemungkinan kaitannya dengan pria bersenjata itu, melansir Reuters.

Berbicara kemudian kepada penyiar ORF, Kurz mendesak negara-negara Eropa untuk mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap terorisme.

“Kita harus memberikan kesempatan kepada setiap orang yang ingin berintegrasi, tetapi pada saat yang sama kita harus menjelaskan bahwa nilai-nilai dasar kita tidak dapat dinegosiasikan,” katanya.

Serangan itu menyusul serangan mematikan baru-baru ini oleh penyerang Islamis tunggal di Nice dan Paris. Banyak Muslim yang marah dengan penerbitan karikatur satir Nabi Muhammad di Prancis yang sangat sekuler. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top