Perang Berlanjut, Roket Ditembakkan ke Ibu Kota Eritrea dari Ethiopia

Abiy melancarkan aksi militer terhadap para pemimpin Tigray pekan lalu, setelah menuduh mereka menyerang pasukan federal yang bermarkas di wilayah utara yang berbatasan dengan Eritrea dan Sudan.


Foto: Reuters

ADDIS ABABA, IPHEDIA.com - Sedikitnya tiga roket ditembakkan ke ibu kota Eritrea dari Ethiopia pada Sabtu malam waktu setempat, seiring meningkatnya serangan pasukan pemerintah Ethiopia melawan pasukan lokal pemberontak di wilayah Tigray.

Dalam serangan tersebut setidaknya dua roket menghantam bandara Asmara, kata tiga diplomat. Sebagian besar komunikasi terputus di Tigray dan Eritrea.

Pemimpin Tigray, Debretsion Gebremichael, mengatakan pada Selasa bahwa Eritrea telah mengirim pasukan ke perbatasan untuk mendukung pemerintah Perdana Menteri Abiy Ahmed tetapi tidak memberikan bukti.

Menteri Luar Negeri Eritrea, Osman Saleh Mohammed, membantahnya pada saat itu dan mengatakan kepada Reuters kalau pihaknya bukan bagian dari konflik yang terjadi. "Kami bukan bagian dari konflik," katanya.

Eritrea dan Ethiopia menandatangani kesepakatan damai dua tahun lalu, tetapi pemerintah Presiden Isaias Afwerki di Asmara tetap memusuhi kepemimpinan Tigray setelah peran mereka dalam perang 1998-2000.

Sebelumnya pada Sabtu, partai yang berkuasa di Tigray, Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), mengancam akan menyerang sasaran Eritrea.

"Kami akan meluncurkan serangan rudal untuk menggagalkan setiap gerakan militer di Asmara dan Massawa," kata juru bicara partai Getachew Reda kepada sebuah stasiun televisi lokal. Massawa adalah pelabuhan Eritrea di Laut Merah.

Abiy melancarkan aksi militer terhadap para pemimpin Tigray pekan lalu, setelah menuduh mereka menyerang pasukan federal yang bermarkas di wilayah utara yang berbatasan dengan Eritrea dan Sudan.

Pertempuran itu telah menewaskan ratusan orang di kedua sisi, ribuan warga sipil mengungsi ke Sudan, dan menimbulkan kekhawatiran konflik itu dapat mengguncang bagian lain Ethiopia dan wilayah Tanduk Afrika yang lebih luas.

Beberapa pengungsi yang tiba di kota perbatasan Sudan, Hamdayat mengatakan bahwa daerah mereka di Ethiopia telah dibom dari Eritrea.

"Kami dihujani tembakan artileri dari seberang perbatasan Eritrea," kata Naksiam Guru, seorang pengungsi 22 tahun yang tinggal di dekat perbatasan. “Saya melihat orang sekarat di jalanan,” tambahnya.

Hamdayat adalah rumah bagi sebuah kamp yang menampung 8.000 pengungsi. Beberapa ratus orang tiba pada Sabtu pagi. Mereka menyeberangi sungai perbatasan dengan perahu, beberapa berenang atau mengarungi air.

Roket Jumat malam ditembakkan ke dua bandara di negara bagian Amhara, Ethiopia, yang telah mengirim pasukan ke Tigray untuk mendukung Abiy, dalam apa yang dikatakan TPLF sebagai pembalasan atas serangan udara pemerintah terhadap wilayah mereka.

"Selama serangan terhadap masyarakat Tigray tidak berhenti, serangan akan semakin intensif," kata Getachew di laman Facebook grup Tigrayan.

Bandara di Gondar terkena serangan sementara roket lain yang diarahkan ke bandara Bahir Dar meleset dari targetnya, kata pemerintah negara bagian.

"Junta TPLF menggunakan persenjataan terakhir di gudang senjatanya," tulis gugus tugas darurat pemerintah federal di Twitter.

Abiy mengatakan pesawat tempur pemerintah membom sasaran militer di Tigray, termasuk depot senjata dan peralatan yang dikendalikan oleh pasukan Tigrayan. Pemerintah mengatakan operasi militernya bertujuan memulihkan supremasi hukum di negara bagian pegunungan berpenduduk 5 juta orang itu. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top