Pengadilan Mendakwa Ratusan Oposisi di Kamboja Atas Tuduhan Pengkhianatan

Sebanyak 121 terdakwa, semuanya terikat dengan Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) yang dibubarkan secara paksa, dipanggil untuk hadir pada Kamis tetapi banyak yang telah melarikan diri ke pengasingan, yakin mereka tidak akan mendapatkan pemeriksaan yang adil.


Foto: Al Jazeera

KAMBOJA, IPHEDIA.com - Pengadilan pengkhianatan terhadap lebih dari 100 anggota dan pendukung oposisi politik Kamboja dilakukan di Phnom Penh, dalam kasus yang dikutuk oleh para aktivis sebagai upaya Perdana Menteri Hun Sen yang telah lama menjabat untuk menghancurkan saingannya.

Sebanyak 121 terdakwa, semuanya terikat dengan Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) yang dibubarkan secara paksa, dipanggil untuk hadir pada Kamis tetapi banyak yang telah melarikan diri ke pengasingan, yakin mereka tidak akan mendapatkan pemeriksaan yang adil.

Di antara mereka yang terlihat tiba di pengadilan adalah mantan senator oposisi Thach Setha dan aktivis dan pengacara hak asasi manusia Kamboja-Amerika, Theary Seng.

Mu Sochua, mantan wakil pemimpin CNRP yang diasingkan mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa persidangan akan menjadi contoh dengan putusan yang sudah diputuskan, bukan oleh hakim tetapi oleh rezim, katanya menambahkan bahwa hanya 50 terdakwa yang hadir.

“Lebih dari 120 kasus pada tanggal yang sama, waktu yang sama, oleh hakim yang sama tidak bisa menjadi pengadilan yang adil,” kata Sochua, yang persidangannya di kemudian hari.

Dalam sebuah posting media sosial, Sochua juga mencatat bahwa dia dan para pemimpin yang diasingkan lainnya telah dipanggil ke pengadilan, mereka dilarang memasuki negara itu.

“Kami tidak dapat kembali ke Kamboja tanpa dokumen perjalanan Kamboja yang sah. Kami ingin membela diri di pengadilan. Kami menuntut pengadilan yang adil,” tulisnya, seperti melansir Aljazeera, Kamis. (alj/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top