Pemimpin Oposisi Pantai Gading Ditangkap Karena Bentuk Pemerintahan Saingan

Affi menjabat sebagai perdana menteri dari 2000-2003 di bawah Presiden Laurent Gbagbo, yang penolakannya untuk mengakui kekalahan dari Ouattara setelah pemilu 2010 memicu perang saudara yang menewaskan 3.000 orang.


Affi N'Guessan, presiden FPI saat berbicara dalam konferensi pers koalisi oposisi di Abidjan (Foto: Yahoo News)


ABIDJAN, IPHEDIA.com - Pemimpin oposisi Ivory Coast (Pantai Gading) dan mantan perdana menteri Pascal Affi N'Guessan ditahan pada Sabtu karena menciptakan pemerintahan saingan setelah kemenangan pemilihan Presiden Alassane Ouattara.

Jaksa Pantai Gading melakukan dakwaan terorisme terhadap lebih dari selusin pemimpin oposisi yang memboikot pemungutan suara 31 Oktober, di mana Ouattara memenangkan masa jabatan ketiga dan mengumumkan bahwa mereka akan membentuk dewan transisi.

Kebuntuan itu telah menimbulkan kekhawatiran berlarut-larutnya ketidakstabilan produsen kakao terbesar dunia itu, yang sengketa pemilihan presiden 2010-nya menyebabkan perang saudara singkat. Lebih dari 40 orang tewas dalam bentrokan sebelum dan sejak pemungutan suara terakhir.

Affi ditangkap semalam setelah jaksa penuntut umum mengkonfirmasi pada Jumat bahwa dia sedang dicari oleh polisi, kata istrinya, Angeline Kili, kepada Reuters.

“Saya mengonfirmasi bahwa suami saya ditangkap pada malam hari tetapi saya tidak tahu di mana dia sekarang,” katanya.

Sementara, Genevieve Goetzinger, juru bicara Affi, mengatakan di Twitter dia ditangkap di kota tenggara Akoupe saat dalam perjalanan ke kampung halamannya di Bongouanou.

Affi menjabat sebagai perdana menteri dari 2000-2003 di bawah Presiden Laurent Gbagbo, yang penolakannya untuk mengakui kekalahan dari Ouattara setelah pemilu 2010 memicu perang saudara yang menewaskan 3.000 orang.

Pihak oposisi mengklaim Ouattara telah melanggar konstitusi dengan mengupayakan masa jabatan ketiga. Ouattara mengatakan persetujuan konstitusi baru pada tahun 2016 memulai kembali mandatnya dan memungkinkan dia untuk mencalonkan diri lagi. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top