Pembobolan Penjara Massal, Lima Tewas dan Puluhan Napi dalam Pengejaran Polisi Lebanon

Menurut pernyataan polisi, lima narapidana yang melarikan diri tewas ketika sebuah mobil yang mereka curi saat melarikan diri menabrak pohon selama pengejaran polisi berikutnya.


Foto: The Canberra Times


LEBANON, IPHEDIA.com - Pihak berwenang di Lebanon melakukan pengejaran setelah hampir 70 narapidana melarikan diri dari penjara. Mereka mendobrak pintu sel dan menyerang penjaga penjara.

Pembobolan penjara massal pada Sabtu waktu setempat itu terjadi di sebuah fasilitas yang menahan tahanan pra-sidang di Baabda, pinggiran ibu kota Lebanon, Beirut.

Menurut pernyataan polisi, lima narapidana yang melarikan diri tewas ketika sebuah mobil yang mereka curi saat melarikan diri menabrak pohon selama pengejaran polisi berikutnya.

Polisi juga mengatakan sejauh ini 15 narapidana telah ditangkap kembali dan empat narapidana yang melarikan diri telah menyerahkan diri. Pasukan keamanan menutup area di sekitar penjara dan melakukan perburuan terhadap tahanan yang tersisa.

Presiden Michel Aoun diberi pengarahan oleh menteri dalam negeri sementara tentang pelarian dan memerintahkan operasi pencarian diintensifkan dan insiden itu diselidiki, kata kepresidenan dalam sebuah posting Twitter, melansir Aljazeera.

Kantor berita negara NNA sebelumnya mengatakan para tahanan telah melarikan diri dari penjara saat fajar setelah membuka pintu sel. Jaksa Ghada Aoun telah memerintahkan penyelidikan segera atas kasus tersebut.

Berbicara kepada kantor berita AFP, dia tidak mengesampingkan kemungkinan kolusi antara tahanan dan petugas keamanan yang bertugas melindungi sel mereka.

Hakim Fadi Akiki, perwakilan pemerintah di pengadilan militer, mengadakan pertemuan dengan aparat keamanan setelah memeriksa fasilitas penahanan dan lokasi kecelakaan mobil.

Kerabat narapidana berkumpul di luar pusat penahanan, yang terletak di Istana Keadilan Baabda, di mana beberapa sedang menunggu persidangan.

Pada bulan April, Amnesty International mengatakan telah terjadi kerusuhan di dalam penjara Lebanon dan keluarga telah mengorganisir protes duduk yang menyerukan pembebasan tahanan atas kekhawatiran tentang penyebaran Covid-19 di penjara yang penuh sesak.

Dikatakan bahwa sementara pemerintah Lebanon telah mengambil beberapa langkah, termasuk beberapa pembebasan, pihak berwenang harus memprioritaskan pembebasan tahanan yang telah menjalani hukuman mereka dan mempercepat peninjauan terhadap tahanan pra-sidang. (alj/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top