Pejuang Abu Sayyaf Tewas dalam Bentrokan dengan Tentara Filipina di Sulu

Angkatan Bersenjata Komando Barat Filipina mengatakan serangan habis-habisan yang berlangsung Selasa pagi waktu setempat terhadap kelompok pejuang itu terjadi di dekat Pulau Sulare, yang terletak di sebelah barat benteng ASG di Jolo.




FILIPINA, IPHEDIA.com - Sekitar tujuh tersangka anggota kelompok bersenjata Filipina Abu Sayyaf Group (ASG) tewas setelah pertempuran di laut dengan militer di provinsi selatan negara itu, Sulu.

Angkatan Bersenjata Komando Barat Filipina mengatakan serangan habis-habisan yang berlangsung Selasa pagi waktu setempat terhadap kelompok pejuang itu terjadi di dekat Pulau Sulare, yang terletak di sebelah barat benteng ASG di Jolo.

Kepala Komando Barat AFP, Letnan Jenderal Corleto Vinluan, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa militer mengirim pesawat dan kapal untuk melawan kelompok yang dipimpin oleh Radullan Sahiron dan Mundi Sawadjaan --tersangka utama dalam pemboman kembar di Jolo pada Agustus yang menewaskan lebih dari dua belas tentara.

"Terjadi baku tembak yang berlangsung selama 25 menit, dan mengakibatkan kapal tenggelam yang dimanfaatkan oleh kurang lebih tujuh anggota ASG," kata Vinluan dalam sebuah pernyataan.

Kelompok tersebut dilaporkan berencana melakukan aktivitas penculikan di daratan utama Mindanao ketika mereka dicegat oleh militer. Vinluan menambahkan bahwa dua anggota kelompok itu diyakini sebagai saudara laki-laki Sawadjaan.

Militer mengidentifikasi mereka sebagai Madsmar Sawadjaan dan Mannul Sawadjaan yang, menurut pihak berwenang, seharusnya menggantikan pemimpin ASG Hatib Hajan Sawadjaan, yang keberadaannya tetap tidak diketahui.

Militer belum mengidentifikasi pejuang ASG lainnya yang termasuk di antara tujuh pejuang yang tewas.

Komandan Satgas Gabungan Sulu, Mayor Jenderal William Gonzales, mengatakan bahwa operasi pencarian dan pengambilan sedang dilakukan.

“Kami akan menggunakan semua aset udara, laut dan darat kami yang tersedia untuk menetralisir teroris lokal ini,” kata Gonzales seperti mengutip Aljazeera, Selasa.

Abu Sayyaf telah lama berjuang untuk kemerdekaan wilayah selatan Mindanao, yang mereka anggap sebagai tanah air leluhur mereka sejak masa kolonial pra-Spanyol.

Sulu dikenal sebagai kubu Abu Sayyaf yang telah bersekutu dengan ISIL (ISIS). Kelompok ini terkenal karena penculikan, perampokan, dan pemboman mematikan. (alj/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top