Pasukan Maroko Lancarkan Operasi Militer di Zona Perbatasan Sahara Barat

Pihak Rabat pada Jumat mengatakan pasukannya akan menghentikan blokade truk yang bepergian antara daerah yang dikuasai Maroko dari wilayah sengketa dan tetangga Mauritania, dan memulihkan sirkulasi bebas lalu lintas sipil dan komersial.


Foto: AFP via Arab News

MAROKO, IPHEDIA.com - Pasukan Maroko melancarkan operasi militernya di tanah tak bertuan di perbatasan selatan Sahara Barat untuk mengakhiri provokasi oleh Front Polisario yang pro-kemerdekaan.

Pihak Rabat pada Jumat mengatakan pasukannya akan menghentikan blokade truk yang bepergian antara daerah yang dikuasai Maroko dari wilayah sengketa dan tetangga Mauritania, dan memulihkan sirkulasi bebas lalu lintas sipil dan komersial.

Sebelumnya, Front Polisario pada Senin memperingatkan bahwa mereka akan melakukan gencatan senjata selama tiga dekade dengan Maroko jika Rabat memindahkan pasukan atau warga sipil ke zona penyangga di perbatasan Mauritania.

Front Polisario memperingatkan bahwa masuknya setiap militer Maroko, keamanan atau entitas sipil ke zona penyangga Guerguerat akan dianggap sebagai agresi mencolok yang akan ditanggapi oleh pihak Sahrawi untuk membela diri dan mempertahankan kedaulatan nasionalnya.

"Ini juga berarti berakhirnya gencatan senjata dan awal perang baru di seluruh kawasan," kata Front Polisario.

Guerguerat terletak di pantai selatan Sahara Barat yang disengketakan, di sepanjang jalan menuju Mauritania, sekitar 380 km (235 mil) utara Nouakchott, zona penyangga yang dipatroli oleh pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Pemerintah Sahrawi juga menganggap Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan secara khusus bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan warga sipil Sahrawi," tambah pernyataan Polisario, melansir Aljazeera.

Pekan lalu, sekitar 200 pengemudi truk Maroko meminta bantuan pihak berwenang Maroko dan Mauritania, dengan mengatakan mereka terdampar di sisi perbatasan Mauritania dekat Guerguerat.

Dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Mauritania Alwiam, pengemudi truk produksi mengatakan mereka kembali dari Mauritania dan sub-Sahara Afrika tetapi milisi yang berafiliasi dengan separatis telah menghentikan mereka untuk menyeberang ke perbatasan.

Dalam beberapa pekan terakhir, outlet media Maroko mengatakan separatis Sahrawi telah membuat penghalang jalan dan menghentikan perjalanan melintasi perbatasan. (alj/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top